Golkar Aceh Tengah Dinahkodai Mucshin Hasan

filename - kabaracehonline.com

KABARACEH, TAKENGON: Terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI di Banda Aceh, Senin (26/10/2020), Muchsin Hasan MSP kini nahkodai Golkar Aceh Tengah sebagai Ketua DPD II Partai.


Mengantongi 80 persen dukungan dari 20 pemilik suara dalam musda lanjutan, yang sebelumnya sempat terjadi penundaan (22/10/2020) lalu.
“Sebagai Ketua DPD II Golkar Aceh Tengah,saya akan mewujudkan Partai Golkar yang progesif dengan misi pembaharuan dan kuat dan aspiratif”ungkap Muchsin Hasan ketika menggelar konferensi pers sehari setelah Musda di kantor Golkar Aceh Tengah.

Read More


Lain itu, ia menyebutkan akan menjangkau basis massa politik baru di Aceh Tengah, melakukan kaderisasi, regenerasi, rekrutmen berkesinambungan dan memperdayakan kader, simpatisan dan tokoh-tokoh Partai Golkar.


“Penguatan terhadap sumberdaya anggota dan pengurus partai di semua tingkatan hingga ke desa, juga perluasan peran perempuan di partai Golkar”ujarnya.


Kopi Fokus Perhatian 


Politisi yang juga anggota DPRK Aceh Tengah dari Partai Golkar ini menyampaikan kesejahteraan petani kopi menjadi perhatiannya, apalagi ditengah Pandemi Covid-19.


“Selaku ketua DPD II Partai Golkar Aceh Tengah, kami juga akan berkonsentrasi untuk melakukan pemulihan ekonomi masyarakat melalui kewenangan dan upaya yang dimungkinkan”katanya.

Salah satunya, mendorong pemerintah daerah melalui upaya dukungan Partai Golkar di Parlemen untuk mendorong BUMD yakni Bank Aceh Syariah agar memberikan pembiayaan bantuan modal kopi kepada koperasi-koperasi dan UMKM.

“Di Aceh Tengah, ada lima koperasi yang memiliki izin Resi Gudang dari BAPEPTI,  yang kami kira masih ada beberapa kendala sehingga harga kopi masih rendah”ungkapnya.


Ia berharap  kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia menurunkan suku bunga Resi Gudang serta menaikkan jumlah pemberian kredit Usaha Rakyat (KUR) yang saat ini masih relatif kecil. Kepada Bappebti juga diminta membantu meringankan beberapa persyaratan jaminan kopi di Resi Gudang.


“Salah satu yang kita lakukan, bagaimana Bupati sebagai pemegang saham untuk mengusulkan kepada Gubernur agar mencari upaya bersama direksi bank Aceh”jelasnya.


“Kami berharap Bupati sebagai pemegang Saham di Bank Daerah menyampaikan kepada Gubernur  agar Bank Aceh Syariah membantu pemberian kredit ringan terutama bagi pengelola Resi Gudang dengan persyaratan yang lebih ringan dan fleksibel”harapnya.


Hal ini dimaksudkan agar koperasi dapat menampung dan membeli kopi dari petani hingga harga stabil. Sehingga perekonomian petani dapat terbantu di situasi sulit saat ini. Ia menekankan Bank Aceh jangan hanya memikirkan keuntungan semata namun harus juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


“Upaya Plt Gubernur Aceh kepada presiden Jokowi yang sudah bersedia untuk membantu pembelian kopi 1 Triliun, patut diapresiasi, Partai Golkar harus mengawal dengan segala upaya. Selain itu mendorong Pemkab Aceh Tengah mendirikan BUMD yang mengelola perdagangan kopi Arabika Gayo”sebutnya.


Tak hanya itu, selaku anggota DPRK, dan ketua Fraksi Golkar ini mengatakan akan terus mengawal Rancangan Qanun Kopi yang sedang digodok di dewan agar berpihak kepada petani kopi.(ARS)

Related posts

l