Edukasi Publik, Kominfo Gelar Literasi Digital Era Kekinian

  • Whatsapp
filename - kabaracehonline.com

KABARACEH, BIREUEN: Dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang paham akan Literasi Digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggelar Literasi Digital di 77 Kota / Kabupaten area Sumatera II, Bireuen, Jumat (18/6/2021).

Empat kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Digital Skill, Digital Safety, Digital Ethic dan Digital Culture dimana masing masing kerangka mempunyai beragam thema.

Read More

Sebagai Keynote Speaker, Bupati Kabupaten Bireun yaitu Dr. H. Muzakkar A Gani, SH, M.Si memberikan sambutan tujuan Literasi Digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing masing oleh putra putri daerah melalui digital platform.

Cerdas dan Bijak di Era Digital, Manfaatkan Peluang Hindari Kejahatan

Era digital memberikan banyak kemudahan namun dilain sisi banyak juga bahaya mengancam jika tak bijak digunakan. Fakta tersebut diungkapkan oleh sejumlah pemateri dan acara tersebut.

Hariqo Wibawa Satria, penulis buku Seni Mengelola Tim Media Sosial menyampaikan tentang Digital Skill bertema “Positif, Kreatif dan Aman di Internet” memaparkan ada banyak pengguna internet yang malas untuk membaca syarat dan ketentuan di jagat maya sehingga banyak yang terjebak.

Menurutnya, orang Indonesia paling religius, berdasarkan survey Gallup & Abts Associate 2019, yang di rilis Pew Research Center, Indonesia di peringkat pertama sebagai negara yang paling murah hati di dunia dari 146 negara. Survey Charities Aid Fondation 2018, 49% netizen pernah menjadi korban bulliying – riset Polling Indonesia dan APJII, Maret April 2019.

Selain itu, 50% orang mengaku terlibat dalam bulliying dan 19% responden mengaku menjadi target bulliying – riset Microsoft 2020 Digital Civility Index (CDI) dalam mengukur kesopanan di dunia maya.

Ia mengingatkan, sebagaimana kata pepatah Gajah Mati Meninggalkan Gading, Manusia Mati Meninggalkan Konten, “Belajarlah menjadi diri sendiri (learning to be) dan belajar hidup bersama (learning to live together), hindari slacktivism “sebutnya.

Hal senada disampaikan oleh Muhammad Arifin S.Kom yang merupakan Relawan TIK Indonesia memaparkan terkait Digital Safety bertema “Tips dan Trik Menjaga Keamanan Privasi Secara Digital” menekankan pentingnya kehati-hatian dalam data pribadi di dunia digital.

Menurutnya data pribadi digital adalah setiap data tentang seseorang baik yang teridentifikasi dan/ atau dapat diidentifikasi tersendiri atau dikombinasi dengan informasi lainnya baik secara langsung maupun tidak langsung melalui system elektronik dan/ atau non elektronik. Hak individu untuk menentukan apakah Data Pribadi akan dikomunikasikan kepada orang lain.

Ia menyebutkan terdapat berbagai praktek yang dilakukan oleh pihak tak bertanggungjawab di internet, diantaranya, Phising yakni tindakan memperoleh data pribadi (user, password dan data lainnya melalui email, media sosial dan aplikasi chat yang dapat disalah gunakan oleh pelaku phising.

Salah satu yang bisa dilakukan mencegah hal tersebut adalah dengan OPT (One- Time Password), yakni kode yang biasa dikirim melalui sms atau email untuk verifikasi dalam memasukan sebuah ID dan password. OTP ini untuk mencegah tindak kejahatan yang merugikan salah satu pihak.

Ia berpesan hati-hati terhadap verifikasi terhadap segala informasi, permintaan maupun hal yang memancing penyerahan data. Harus diingat, sebutnya, Tidak ada istilah aman di dunia digital. Sesuatu yang sudah tersebar di internet, menjadi milik semua orang.

” Ada beberapa tips untuk menghindari penipuan online, antara lain, Ganti password dan PIN secara berkala, Kurangi penyebaran data pribadi di internet dan Cek penipuan online melalui www.kredibel.co.id, cek rekening penipu, cek telepon penipu dan lapor penipuan”ungkapnya.

Sri Ayu Wahyuni, seorang Influencer juga memberikan sharing dan tips-tips seputar menjaga privasi kita dapat mengakses situs situs yang memiliki kebenaran yang kuat, bijak menggunakan media sosial.

Digitalisasi, diantara tantangan dan Peluang

Hal menarik disampaikan Dr. Iskandarsyah Madjid, SE.M.M,Direktur UKM Center FEB Universitas Syiah Kuala ini menyampaikan tentang Digital Ethic dengan tema, “Sosialisasi e-market bagi Pelaku UKM”Secara singkat Dr. Iskandarsyah menerangkan tentang beberapa data bulan Januari 2021 dari penguna internet dan media sosial di Indonesia yan diambil dari beberapa sumber data.

Dijelaskannya, shopping online / marketplace yang saat ini sedang happening di masyarakat Indonesia. Khusus untuk UMKM, dari jumlah 57,9 juta UMKM, 9% terlibat dalam jejaring sosial, terintregrasi dan memiliki kemampuan e commerce. 18% hanya menggunakan jejaring sosial media dalam penjualan produk. 36% memiliki akses internet tetapi tidak digunakan untuk penjualan produk dan 37% tidak memiliki akses internet.

Dari hal tersebut, Dr. Iskandarsyah menerangkan harus mengubah mindset para UMKM agar dapat lebih berinteraksi di jejaring sosial maupun internet, seperti mulai menjajaki media sosial seperti instagram dalam menjual produknya. Peluang pasar yang luas melalui digital sangat luas dan harus dimanfaatkan, apalagi ditengah masa Pandemi seperti saat ini.

Tak hanya itu, Dosen Ilmu Komunikasi, Universitas Malikussaleh Masriadi, S.Sos, M.Kom.I menyampaikan materi terkait Digital Culture bertema “Tantangan Dunia Pendidikan Digital Membuat Kurikulum Berbasis Digital” mengungkapkan dari sisi dunia pendidikan perkembangan teknologi digital mempunyai tantangan tersendiri, yakni bagaimana membuat kurikulum berbasis digital termasuk didalamnya kesiapan perangkat, Aplikasi dan kompetensi para guru.

Kegiatan digelar Kominfo ini bertujuan selain sebagai edukasi juga dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang paham akan Literasi Digital dan menyikapi secara bijaksana dalam menggunakan digital platform di 77 Kota / Kabupaten area Sumatera II, mulai dari Aceh sampai Lampung dengan jumlah peserta sebanyak 600 orang di setiap kegiatan yang ditujukan kepada PNS, TNI / Polri, Orang Tua, Pelajar, Penggiat Usaha, Pendakwah dan sebagainya. Presiden RI, Bapak Jokowi juga memberikan sambutan dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021. (ARS)

Related posts