Wali Kota Sabang Pasang Label Bersertifikat Benih Kacang Tanah

filename - kabaracehonline.com
Wali Kota Sabang, Nazaruddin S.I.Kom

KABARACEH, SABANG: Komoditi-komoditi pertanian di Kota Sabang mulai bangkit dan bergairah kembali. Hal ini dibuktikan dengan pendaftaran varietas salak Sabang yang akan dipatenkan dan pemasangan label bersertifikat untuk benih kacang tanah. Selain itu turut dibahas terkait identifikasi varietas nilam yang ada di Kota Sabang.

Wali Kota Sabang, Nazaruddin S.I.Kom secara langsung memasangkan label bersertifikat untuk benih kacang tanah, yang turut disaksikan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Ir. Cut Huzaimah, MP, Kepala UPTD BPSBTPH Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Habiburrahman S.TP M.Sc, Kepala Dinas Pertanian dan pangan Kota Sabang Fakri, SE MAP, seluruh penyuluh di wilayah Kecamatan Sukajaya, Sukakakarya dan Suka Makmue Kota Sabang serta perwakilan petani salak dan petani kacang Kota Sabang, yang berlangsung di Aula Lantai IV Kantor Wali Kota Sabang, Rabu (9/3).

Wali Kota Sabang, Nazaruddin S.I.Kom mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh dan UPTD BPSBTPH Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, serta Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang yang telah berupaya dan berusaha untuk membangkitkan kembali sektor pertanian di Kota Sabang.

“Saya sangat mengapresiasi kerja keras para petani beserta Penyuluh dan Tim Teknis Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang yang telah berhasil memperbanyak benih kacang tanah seluas 1,5 Ha secara pemurnian yang menghasilkan benih bersertifikat 460 kg dengan hasil label biru/barcodeā€ kata Wali Kota Sabang, Nazaruddin S.I.Kom yang akrab disapa Tgk Agam.

Selain itu, lanjut Tgk Agam, sudah saatnya dan sepantasnya salak yang selama ini tumbuh di Kota Sabang, melalui Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang serta di dukung oleh UPTD BPSBTPHP Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh untuk melakukan pendaftaran varietas sebagai “varietas salak Sabang”.

“Bersamaan dengan pendaftaran varietas salak Sabang maka uji sertifikasi prima bebas residu sangat diperlukan, dan sampel buah salak nantinya akan diuji terlebih dahulu dari bebas residu oleh UPTD Balai Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan Dinas Pangan Aceh,” terangnya.

Tgk Agam juga mengajak Penyuluh dan Tim Teknis Pertanian dan Pangan Kota Sabang untuk meyakinkan petani bahwasanya masih banyak komoditi-komoditi Kota Sabang yang unggul.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang Fakri, SE MAP mengatakan untuk salak varietas Sabang, saat ini prosesnya sudah mengambil sampel terakhir yang nantinya akan dikirim ke Laboratorium Unsyiah.

“Hasil sampel dari beberapa kali turun ke lapangan, sudah di kirim ke Bogor. Kita buat perbandingan dengan salak dari Sleman, dan hasilnya 80 persen berbeda, sehingga balai memutuskan Kita sudah bisa mempatenkan salak varietas Sabang. Nanti dari tiga nama akan kita ambil satu nama salak ciri khas sabang,” tambahnya. (REL)

Related posts