Masyarakat Keluhkan Pengurangan Jadwal Berangkat KMP BRR 

filename - kabaracehonline.com
Suasana pelabuhan ulee lheue beberapa waktu lalu/foto antara

KABARACEH, SABANG: Masyarakat pengguna jasa angkutan laut keluhkan pengurangan jadwal keberangkatan kapal Ferry yang dilakukan pihak ASDP.

Pasalnya, dampak dari pengurangan trip jadwal keberangkatan tersebut sempat  terjadinya lonjakan penumpang pada jumat lalu.

Akibatnya, banyak calon penumpang mengaku kecewa dan terpaksa beralih menggunakan jasa penyeberangan Kapal Motor Cepat (KMC) Express Bahari.

“Kami sangat kecewa sekali kapal Ferry KMP BRR tidak berangkat sesuai jadwal, banyak calon penumpang yang bawa kendaraan bermotor terpaksa harus tinggal karena kapal tidak berangkat.

Setahu kami jadwal kapal Ferry milik PT. ASDP biasa melayani pelayaran dua hingga tiga trip perhari, tapi sayangnya di bulan ramadan ini hanya melayani satu trip saja,” ungkap Haris kepada awak media, Senin (11/5/2022).

Menurutnya, dampak dari perubahan jadwal pengurangan trip pelayaran kapal yang dilakukan pihak ASDP banyak masyarakat yang tidak tahu.

Sehingga terjadi lonjakan penumpang karena harus beralih menggunakan jasa penyeberangan kapal cepat KMC Express Bahari yang memiliki kapasitas penumpang terbatas. 

“Jadi wajar saja kalau masyarat kecewa karena kapal lambat KMP BRR hanya melayani penumpang satu trip saja. 

Kami tidak bisa bawa kendaraan ke Banda Aceh,” keluh Haris yang ikut diamini teman mahasiswa lainnya Ridwan.

Senada dengan Haris juga diungkapkan Farid yang mengaku sempat kesulitan antri untuk mendapatkan tiket kapal cepat karena terjadinya lonjakan penumpang.

Namun Ia dan beberapa temannya merasa bersyukur masih bisa berangkat menggunakan jasa penyeberangan kapal cepat KMC Express Bahari.

“Sebenarnya saya dan teman-teman lainnya mau berangkat dengan KMP BRR, karena rencana semula kami mau bawa kendaraan ke Banda Aceh karena ada urusan kampus untuk persiapan pendaftaran KKN, tapi sayang KMP BRR hanya berangkat satu trip saja, jadi terpaksa kereta kami tinggal di Balohan,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, sebagai pengguna jasa pelayaran kapal ferry sudah seharusnya Dinas Perhubungan Provinsi Aceh dapat mengembalikan kembali jadwal keberangkatan kapal Ferry KMP BRR ke jadwal semula.

Harapan tersebut bisa dilihat dengan kondisi lonjakan penumpang pengguna kapal lambat yang ingin membawa kendaraan bermotor.

“Di masa sulit seperti sekarang ini kita semua mau berhemat, kita sangat butuh kendaraan saat kita berangkat karena selain bisa menghemat biaya transportasi juga memudahkan masyarakat saat melakukan aktifitas selama berada di luar daerah tanpa perlu menyewa kendaraan, sebenarnya ini yang diperlukan masyarakat dan kami sebagai mahasiswa,” tutupnya. (RH)

Related posts