Pos Indonesia untuk 276 Tahun ke Depan

filename - kabaracehonline.com

KABARACEH, BANDA ACEH: Pos Indonesia genap berusia 276 tahun, bahkan di usia tersebut dengan mengusung tema “Pos Indonesia untuk 276 Tahun ke Depan” secara filosofis bermakna perusahaan tidak ingin terus bernostalgia dengan menengok ke masa lalu, melainkan ingin menjadikan masa lalu sebagai pelajaran berharga dan meletakkan pondasi yang kokoh untuk menjalani masa depan dengan menjawab tantangan yang ada.

Hal itu sebagaimana disampaikan Nur Zamaludin kepala kantor PT Pos Cabang Banda Aceh, Sabtu 27 Agustus 2022.

Dia mengatakan, jika dianalogikan sebuah bangunan, maka setiap pondasi harus lebih dalam dan besar daripada bangunan yang berdiri di atasnya.

“Usia 276 tahun adalah pondasi yang kokoh untuk membuat bangunan yang lebih tinggi di masa depan. Pondasi perusahaan yang mampu bertahan 5 tahun dan mampu bertahan ratusan tahun tentulah berbeda. Perusahaan yang mampu bertahan ratusan tahun tentu memiliki kekuatan besar. Hal itu pula yang terjadi dengan Pos Indonesia,” kata Nur Zamaludin.


Bahkan, diusia 276, menurut Zamaludin, merupakan perjalanan panjang bagi Pos Indonesia untuk hadir melayani seluruh kebutuhan perposan sejak didirikannya Kantor Pos pertama di Batavia oleh Gubernur Jenderal GW Baron van Imhoff pada 26 Agustus 1746 lalu, dengan tujuan untuk lebih menjamin keamanan surat-surat penduduk, terutama bagi yang berdagang dari kantor-kantor di luar Jawa dan bagi mereka yang datang dan pergi ke Negeri Belanda.

Sejak itulah pelayanan pos telah lahir mengemban peran dan fungsi pelayanan kepada publik.

“Selama 276 tahun, kita diwarisi semangat para pendahulu kita untuk tidak lelah mencari jalan keluar dari setiap tantangan. Disrupsi memaksa Pos Indonesia untuk melakukan transformasi portofolio bisnisnya,”jelasnya.

Di layanan keuangan, sejak diperkenalkan produk Weselpos pada tahun 1864 layanan sudah memperkenalkan sistem transfer dana dengan pola pencairan uang di kantorpos mana saja, sepanjang carik weselnya sudah diterima. Wesel ini berkembang seiring perkembangan jaman, hingga berubah menjadi Weselpos Instan, pengiriman uang secara realtime online.

Menurutnya, Inilah yang merupakan cikal bakal dikembangkannya GiroPos, dengan membangun Core Giro System (CGS) untuk mendukung layanan keuangan Pos. Hingga semua layanan keuangan yang tadinya dilayani di loket secara offline dapat dilakukan dari HP dengan aplikasi mobile dengan brand PosPay. Pengembangan Bisnis Digital dan Financial Service khusus dilakukan oleh anak perusahaan PT Pos Financial.

“Layanan postal service pun terdisrupsi secara hebat. Mau tidak mau layanan inipun harus menyediakan Channel digital, kemudian muncullah aplikasi mobile PosAja. Ekspansi ke bisnis logistik pun mulai menjadi perhatian manajemen, dimulai dari tahun 1996 didirikan Divisi Logistik, 2004 berubah menjadi Proyek Bisnis Logistik, 2007 berkembang menjadi SBU Logistik dan akhirnya tahun 2012 didirikan anak perusahaan yang fokus menggarap bisnis Logistik yaitu PT Pos Logistik,”sebutnya.

Seiring berkembangnya teknologi yang semakin mengarah kepada layanan digital, keberadaan Kantor Pos dan aset fisik bangunan lainnya semakin menjadi perhatian serius.

“Utilisasi dan Leverage aset menjadi tantangan tersendiri. Dimulai pada tahun 1995, kawasan Gedung Pos Ibukota mulai kita sewakan. Kantor Pusat Jl Banda, gedung 8 lantai yang semula digunakan untuk keperluan perusahaan, kini sebagian besar disewakan kepada pihak luar, baik untuk perkantoran, kegiatan MICE yang dikelola oleh anak perusahaan PT Pos Properti,”ungkapnya.

Bahkan Pendidikan kedinasan Pos, berakhir ditahun 2000. Kemudian Pos Indonesia mendirikan Yayasan Pendidikan Bhakti Pos Indonesia untuk persiapan pendirian Politeknik Pos Indonesia dan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Logistik. Poltekpos dan Stimlog berkampus di lokasi bekas Pusdiklatpos di kawasan Sarijadi Bandung.

Atas arahan Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga untuk meningkatkan kelas perguruan tinggi, maka tahun 2022 ini Poltekpos dan STIMLOG digabung menjadi Universitas Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI).

Kunci dari kekuatan Pos Indonesia terus bertahan hingga usia ratusan tahun adalah tidak berhenti melakukan transformasi dan inovasi. “Dari satu periode hingga periode berikutnya kita konsisten melakukan transformasi. Saat ini perusahaan telah mencapai separuh perjalanan transformasi yang tertuang dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) tahun 2020-2024,”sebutnya.

“Rangkaian kegiatan Pos Indonesia untuk 276 ini akan menyelenggarakan kegiatan penenaman 27.600 pohon, secara serentak di seluruh halaman kantor pusat, Regional, Cabang Utama, Kantor Cabang dan Kantor Cabang Pembantu seluruh Indonesia dan akan dirawat kelestariannya,”jelasnya.

Untuk penghijauan lingkungan, kata dia, para kepala kantor cabang akan mengajak masyarakat untuk turut serta menanam pohon, yang akan dilakanakan tanggal 17 September 2022. (REL)

Related posts