PJ Bupati Bener Meriah: Menuntaskan Stunting Diperlukan Kerjasama Segala Sektor

filename - kabaracehonline.com



KABARACEH, REDELONG: Pj. Bupati Bener Meriah, Drs. Haili Yoga, M.Si didampingi Pj. Ketua TP-PKK Bener Meriah Risnawati, S.SIT hadiri undangan Rapat Koordinasi Diskusi Panel Manajemen Kasus Stunting di Ballroom Hotel Nagan, Nagan Raya. Sabtu (24/9/22).

Di awal paparannya, Pj. Bupati Haili Yoga juga memperkenalkan Tim Teknis Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Bener Meriah yang hadir dalam Rapat Koordinasi tersebut yang diantaranya adalah Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Bener Meriah, Armansyah, SE, M.Si, Kepala Dinas Kesehatan Kab. Bener Meriah, Kepala Dinas PPPAKB Kab. Bener Meriah, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Bener Meriah, Kepala Bappeda yang diwakili oleh Sekretaris Bappeda Kab. Bener Meriah, Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Setdakab Bener Meriah, Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Bener Meriah dan juga turut didampingi oleh Ketua MPD Kab. Bener Meriah, Pj. Ketua TP-PKK Bener Meriah, Ketua DWP Kab. Bener Meriah, Ketua Pokja PAUD dan Perwakilan Dekranasda Kab. Bener Meriah.

Acara yang di moderatori langsung oleh Kepala Kantor BKKBN Aceh, yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Koordinator KBKR, Muhammad Razali, SE diikuti oleh peserta yang terdiri 11 Kabupaten/Kota, yakni Aceh Besar, Banda Aceh, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Sabang, Simeulue, Subulussalam dan Singkil ini berlangsung tertib dan interaktif.

Ini kali kedua Pj. Bupati Haili Yoga bertindak sebagai narasumber dimana sebelumnya telah dilaksanakan juga Rapat Koordinator terkait hal yang sama yang dilaksanakan di Kota Langsa pada Minggu lalu, tanggal 18 September 2022.

Dalam kesempatannya, Pj. Bupati Haili Yoga menerangkan bahwa untuk menuntaskan kasus stunting ini, memang diperlukan kerjasama dari berbagai sektor, mulai dari Forkopimda, Tokoh Alim Ulama, Instansi Vertikal, Forkopimcam dan Aparatur Kampung yang harus di dukung langsung oleh pimpinan daerah.

“Saat saya menjabat sebagai Sekda saya sudah aktif memerangi kasus stunting, dan saat dilantik sebagai Pj. Bupati Bener Meriah pun program yang saya bangun masih berfokus pada kasus stunting dengan turun ke lapangan. Intinya adalah, masyarakat membutuhkan perhatian langsung dari kita sebagai perangkat daerah untuk lebih peduli dan memperhatikan masyarakat kecil” Terangnya dalam kesempatan tersebut.

Bahkan dirinya juga menyebutkan bahwa Bener Meriah tidak henti-hentinya mencipta gebrakan dan inovasi, mulai dari upaya dalam meningkatkan pelayanan publik, peningkatan tata kelola pemerintahan, sampai dengan menciptakan program untuk menunjang tingkat kesehatan dan taraf hidup masyarakat, dan dibuktikan dengan diterbitkannya Surat Keterangan (SK) bagi Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS).

“Kita sudah pernah menerima berbagai penghargaan, baik dari Pemerintah Aceh bahkan sampai yang diberikan langsung oleh Kementerian. Dan yang saat ini tengah kita gencarkan yakni program Bapak Asuh yang juga melibatkan Unsur Forkopimda. Nah, tujuan dari Bapak Asuh ini selain untuk mengamati, juga untuk mendidik dan menggemakan program ketahanan pangan dengan tujuan untuk perbaikan gizi” Sebutnya.

Selanjutnya, Pj. Bupati Haili Yoga juga turut menyampaikan bahwa selama ini Bener Meriah telah bekerja sama dengan melibatkan MPU agar ikut terlibat dalam program percepatan penurunan stunting.

“Hal beda yang kami lakukan adalah karena kami melibatkan MPU, kita arahkan, kita minta saran, dan kita bekerja sama. Misalnya, kami minta dibuatkan Surat Edaran agar dalam Khotbah Jumat bisa menyampaikan tentang bagaikan Nabi kita Nabi Muhammad SAW bisa mendidik dan menuntun anak-anak dan umatnya agar tidak menjadi generasi yang stunting dengan segala keterbatasan yang ada” Sambungnya.

Dirinya menyampaikan bahwa peran aktif dari jajaran pimpinan daerah juga sangat berpengaruh pada aspek mental masyarakat yang dipimpinnya. Untuk itu, menurutnya kolaborasi dan kerjasama akan membangun sebuah komitmen serius dalam upaya penanganan stunting ini.

“Kita harus turun ke lapangan bersama Tim. Kita fasilitasi masyarakat dengan program-program kita. Dengan begitu, stunting akan hilang dengan sendirinya” Ucapnya.

Diketahui Pemda Bener Meriah terus menggalakkan berbagai hambatan sebagai pintu masuk untuk menggali potensi yang lain. Diantaranya adalah pengurangan kasus stunting yang diiringi dengan pembangunan sosial yakni terkait agenda rutin penyantunan anak yatim.( REL)

Related posts