Kampung KB di Aceh Diharapkan Berinovasi dan Terapkan 8 Fungsi Keluarga

filename - kabaracehonline.com

KABARACEH, BANDA ACEH: Sejak dicanangkan Presiden Joko Widodo pada 14 Januari 2016, Kampung Keluarga Berkualitas (KB) terus tumbuh pesat di Aceh. Kini jumlah kampung KB di Aceh sekitar 596 unit. Dari jumlah tersebut Aceh telah memiliki Rumah Data Kependudukan (RDK) di Kampung KB sebanyak 309, dan pada 2022.

Dengan terus bertambahnya jumlah Kampung KB dan RDK di Aceh, Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Drs. Sahidal Kastri, M.Pd, mengharapkan Kampung Keluarga Berkualitas bisa terua berinovasi dan menerapkan 8 fungsi keluarga, selain ikut serta membantu program pemerintahh di dalam percepatan penurunan stunting di gampong/desa lokus stunting.

Jelas Sahidal, Kampung Keluarga Berkualitas, ikon program Bangga Kencana. Kehadiran Kampung KB bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat gampong dan pembangunan sektor lainnya dalam rangka mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, warahmah.

“Kalau sudah samawa, keluarga sudah pasti sejahtera, itulah makna sakinah, mawaddah, warahmah. Dan jangan lupa menerapkan delapan fungsi keluarga. Penerapan fungsi keluarga ini membantu keluarga lebih bahagia dan sejahtera, terbebas dari kemiskinan dan stunting,” kata Sahidal saat hadir dan menyerahkan plakat, piagam, dan uang pembinaan kepada Juara 2 dan 4, Kampung KB Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2022 di Aceh Besar dan Banda Aceh beberapa waktu lalu.

Ada empat Kampung KB di Aceh yang meraih peringkat terbaik. Juara 1 diraih Kampung KB Cut Nyak Dhien (Desa Pasi Pinang, Kec. Meureubo, Kab. Aceh Barat), Juara 2 : Kampung KB Makmue Beusare (Desa. Naga Umbang, Kec. Lhoknga, Kab. Aceh Besar, Juara 3 : Kampung KB Mawaddah Warrahmah (Gp. Lhok Mon Puteh, Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe), dan Juara 4: Kampung KB Melati (Desa Doy, Kec. Ulee Kareng, Kota Banda Aceh)

Sebut Sahidal, delapan fungsi keluarga yaitu, fungsi keagamaan, fungsi sosial budaya, fungsi cinta kasih, fungsi perlindungan, fungsi reproduksi, fungsi sosialisasi dan pendidikan, fungsi ekonomi, dan fungsi pembinaan lingkungan.

“Kampung KB menjadi model atau miniatur pembangunan yang melibatkan seluruh sektor di masyarakat. Diharapkan Kampung KB terus melakukan upaya inovasi, baik itu data yang akurat dan update, terkait keluarga berisiko stunting, inovasi program Bangga Kencana, dan percepatan penurunan stunting, serta penerpaan delapan fungsi keluarga,” tegasnya lagi.

Hadir juga Penyuluh KB Ahli Utama, Dr. Ir. Dwi Listyawardani, M.Sc dan turut didampingi, Sekban Perwakilan BKKBN Aceh, Husni Thamrin, SE, MM, Koordinator bidang Pengendalian Penduduk (Dalduk) , Ir. Nurzikra Hayati, Koordinator Bidang KSPK, Faridah, SE,MM, dan Kepala OPD KB Kota Banda Aceh, Cut Azharida, SH.

Dwi Listyawardani Aceh, menjelaskan, ada beberapa penilaian yang akan dilakukan, diantaranya presentasi program kegiatan Kampung KB, implementasi kegiatan program Bangga Kencana yang telah dilaksanakan, serta menelusuri kelengkapan berkas atau data.

“Selain penerapan delapan fungsi keluarga serta enam kelompok kegiatan, ada indikator lainnya soal kelengkapan data. Jadi masukan dari saya, evaluasi dan lakukan perbaikan apabila ada program kegiatan yang pelaksanaannya belum maksimal, juga data yang belum lengkap. Semoga Banda Aceh, nanti bisa meraih Juara 1,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala OPD KB Kota Banda Aceh, Azharida, SH, mengatakan akan terus melakukan evaluasi program yang sudah terlaksana dan perbaikan data, sehingga harapannya, Kampung KB di Kota Banda Aceh bisa meraih Juara 1 Kampung Berkualitas ditingkat provinsi maupun nasional.

“Mudah-mudahan kehadiran Bu Dani dan Pak Kaper Sahidal di Kampung KB Melati, Desa Doy, Kecamatan Ulee Kareng hari ini, memberi semangat kepada kami untuk bisa terus memperbaiki apa yang masih kurang dan semoga ke depan Kampung KB kami mendapatkan Juara 1 ,” harapanya.

Hal senada juga diucapkan Kepala OPD KB Aceh Besar, Drs. Fadhlan Kampung KB Makmue Beusare, Desa Naga Umbang, Kecamatan Lhoknga meraih Juara 2, Kampung KB tingkat Provinsi Aceh.

“Prestasi yang kami raih ini, memotivasi kami untuk terus berbenah dan meningkatkan pembinaan kepada masyarakat sehingga bisa menjadi lebih baik lagi kedepannya dan meraih Juara 1 tahun depan,” demikian Fadhlan .

Selain menyerahkan plakat, piagam, dan uang pembinaan kepada Kampung KB Melati, Desa Doy, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, dan Kampung KB Makmue Beusare, Desa Naga Umbang, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Sahidal Kastri juga menyerahkan ATTG kepada Kelompok UPPKA di Kampung KB tersebut. (REL/D)

Related posts