Dukung Ekonomi Berbasis Kerakyatan, Bank Aceh Fokus Sektor Pertanian

Picture of KABAR ACEH
KABAR ACEH
Bank Aceh Cabang Kuala Simpang Melakukan Sosialisasi dan Penandatanganan Akad Pembiayaan Penanaman Singkong Bersama Kelompok Tani Mekar Kembali di Kantor Cabang Kuala Simpang, Aceh Tamiang (13/09/2019).

BANDA ACEH: Sektor pertanian merupakan salah satu sektor potensial dan unggulan di Provinsi Aceh yang memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian. Dalam rangka mendukung hal tersebut, Bank Aceh menjadikan sektor pertanian sebagai prioritas dalam pembiayaan produktif yang berbasis ekonomi kerakyatan.

Hal tersebut disampaikan oleh Pemimpin Divisi Sekretariat Perusahaan Bank Aceh, Said Zainal Arifin, Selasa (7/03/2022).

“Bank Aceh sesuai dengan misinya berkomitmen menjadi penggerak perekonomian dan pendukung agenda pembangunan daerah. Sektor pertanian tentunya menjadi basis yang kokoh dalam mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi, tidak hanya di Aceh, tetapi juga nasional” ujarnya

Dikatakan Said, mengutip Laporan Perekonomian Provinsi Aceh yang dirilis Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Aceh, hingga Triwulan III 2022, Perekonomian Aceh bersumber dari tiga lapangan usaha (LU) utama, yaitu Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan dengan kontribusi 27,10%.

Selain itu menurutnya, sektor pertanian juga menjadi sektor yang memberikan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat Aceh. “Hingga Agustus 2022, persentase pekerja menurut lapangan usaha di sektor pertanian mencapai 40,50 persen,” ujar Said mengutip data Badan Pusat Statistik Aceh.
Pembiayaan Singkong

Sementara itu, dikatakan Said, pembiayaan singkong yang disalurkan melalui Bank Aceh Cabang Kuala Simpang merupakan salah satu wujud komitmen bank milik Pemerintah Aceh itu untuk mendukung kemajuan potensi sektor pertanian di wilayah pesisir timur Aceh kata pejabat di bank itu.

“Pembiayaan singkong yang salurkan pada tahun 2019 sebesar Rp1 miliar kepada 20 orang penerima manfaat telah sesuai prosedur dan seluruh penerima manfaat diberikan pemahaman terkait pembiayaan yang disalurkan tersebut,” ujarnya.

Pernyataan itu disampaikannya terkait pembiayaan yang disalurkan kepada petani singkong di Kuala Simpang oleh Bank Aceh Syariah. Menurut dia, fasilitas pembiayaan dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian bank (prudential banking) dan mengacu kepada Standar Operasional Prosedur dan regulasi serta ketentuan yang berlaku termasuk dalam pembiayaan petani singkong.

Ia mengatakan penandatanganan akad pembiayaan musyarakah antara Bank Aceh dan Kelompok Tani Mekar Kembali dilakukan pada 13 September 2019. Di mana penandatanganan dilakukan di Kantor Bank Aceh Cabang Kuala Simpang dihadiri ketua kelompok tani dan seluruh anggota beserta suami/istri, dan juga Notaris.

Sebelum penandatanganan akad dilakukan, pihak bank telah menjelaskan kembali seluruh ketentuan pembiayaan yang telah disepakati sebelumnya.

“Artinya, dalam setiap pemberiaan pembiayaan, kita selalu memberikan pemahaman terlebih dahulu sehingga nasabah paham dan mengerti dengan seluruh perjanjian yang disepakati dan selanjutnya ditandatangani bersama,” katanya.

Di samping itu, tambah said, sebelum penandatangan akad dilakukan, tepatnya pada tangal 4-5 September 2019, Bank Aceh bersama perwakilan sejumlah petani juga telah melakukan kunjungan studi banding ke petani singkong dan pabrik tapioka altenatif yang mampu menampung hasil panen singkong yang terletak di Desa Kota Tengah, Kecamatan Dolok Mishul, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Kegiatan itu dilakukan untuk mempelajari proses produksi dan tata niaga di wilayah tersebut.

“Ini merupakan wujud dukungan Bank Aceh kepada petani dalam memberikan atensi bagi pengembangan sektor pertanian di Aceh melalui kajian bisnis di wilayah Sumatera Utara,” ujarnya.

Ditambahkan, di dalam melaksanakan fungsi intermediasinya, Bank Aceh merupakan lembaga keuangan yang di supervisi oleh otoritas jasa keuangan (OJK), maupun oleh sejumlah lembaga resmi yang ditetapkan pemerintah dalam hal pengawasan.

Ia menambahkan, pihak Bank Aceh memberikan ruang kepada petani untuk membangun komunikasi yang konstrkuktif dalam upaya penyelesaian terhadap fasilitas pembiayaan yang telah disalurkan oleh Bank Aceh dalam rangka mendukung sektor pertanian.

“Kami akan terus memberikan dukungan kepada sektor pertanian. Saat ini Bank Aceh juga sedang melakukan kajian terkait potensi penyaluran pembiayaan di sektor pertanian yang dimiliki sejumlah daerah, seperti kopi, nilam, sawit, maupun komoditas unggulan lainnya,” tutup Said. (*)

KABAR LAINNYA
KABAR TERKINI