Mengenang Karam KMP Gurita, Penumpang KMP BRR Gelar Zikir dan Doa Bersama

Kru dan penumpang KMP BRR yang berangkat dari Sabang tujuan Banda Aceh sekitar pukul 10.30 Wib pagi Jumat (19/1/2024) menggelar zikir dan do’a bersama mengenang peristiwa karamnya KMP Gurita pada 19 januari 1996 lalu.(Foto/Difa)

SABANG, KABARACEHONLINE.COM: Kru dan penumpang KMP BRR yang berangkat dari Sabang tujuan Banda Aceh sekitar pukul 10.30 Wib Jumat pagi (19/1/2024) menggelar zikir dan do’a bersama mengenang peristiwa karamnya KMP Gurita pada 19 januari 1996 silam.

Saat tiba di titik lokasi, KMP BRR melakukan rotasi 360 derajat untuk melaksanakan doa dan zikir bersama ABK dan penumpang di master station gladak atas kapal, yang dihadiri sekitar 50 orang dengan pemimpin do’a Tgk. Ibrahim dari gampong Balohan Kota Sabang.

Menurut Nakhoda KMP BRR Eko Medianto, kegiatan ini dilaksanakan selain bersama-sama memanjatkan do’a bersama keluarga korban tragedi itu, juga sekaligus menjadi pelajaran berharga untuk setiap saat melakukan pembenahan dari sisi kapal sendiri, dirinya berharap kejadian 28 tahun silam tidak akan pernah terjadi lagi.

“Ini sebagai bentuk dukacita kami kepada keluarga korban khususnya masyarakat Balohan, bagi keluarga korban juga dapat ikut berdoa bersama, ada sebanyak 40-50an orang yang ikut serta. Jadi dalam kegiatan ini, kita dapat lebih berhati-hati menjaga keselamatan pelayaran, terus melakukan peremajaan kapal untuk mengantisipasi terjadi hal yang sama,” ujar Eko, Jum’at (19/1/2024).

Untuk diketahui, KMP Gurita adalah kapal feri yang tenggelam antara 5 – 6 mil laut dari perairan teluk Balohan, Kota Sabang yang terjadi pada tanggal 19 januari 1996 lalu. KMP Gurita merupakan alat transportasi utama yang menghubungkan pelabuhan malahayati, Banda Aceh dan Sabang waktu itu.

Berdasarkan data yang dihimpun, 40 orang dinyatakan selamat, 54 orang ditemukan meninggal dan 284 orang dinyatakan hilang bersama-sama dengan KMP Gurita yang tidak berhasil di angkat dari dasar laut.(*)

Related posts