Pimpin Apel Gabungan OPD, Kadistan Aceh Besar Ajak Semua Pihak Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar Jakfar SP, M.Si. (Foto/ MC Aceh Besar)

KOTA JANTHO, KABARACEHONLINE.COM: Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Aceh Besar Jakfar SP, M.Si mengajak semua pihak agar terus mencari solusi berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan petani Aceh Besar. Hal itu diungkapkan, Senin (05/02/2024), saat memimpin apel gabungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di Halaman Kantor Bupati Aceh Besar, di Kota Jantho.

Sebagai penanggung jawab apel, Jakfar mengatakan berbagai persoalan dan permasalahan yang dihadapi oleh petani Aceh Besar pada saat ini, baik itu elnino yang menyebabkan kekekeringan, sehingga kurangnya air yang mengakibatkan gagal panen yang terjadi di beberapa daerah di Aceh Besar.

Sebagian besar masyarakat Aceh Besar berprofesi sebagai petani, jadi jika terjadinya gagal panen karena dampak kekeringan ini akan melahirkan sekitar 70% angka kemiskinan baru di Aceh Besar,” ujarnya.

Selain itu kata Jakfar, ketersedian pupuk subsidi juga menjadi kendala bagi petani, jumlah pupuk yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada petani Aceh Besar yang masih kurang, sehingga mengakibatkan kurang mampunya pemerintah dalam menjaga ketersediaan pupuk subsidi bagi petani di daerah.

Masalah air dan pupuk menjadi kendala yang paling utama bagi para petani, karena jika keduanya tidak terpenuhi, akan mengakibatkan gagal panen bagi petani,” jelasnya.

Selanjutnya Jakfar mengatakan, jika melihat perkembangan, lahan sawah di Aceh Besar pada tahun 90an mencapai 35.000 hektar, namun sekarang sudah menciut pada angka 21.000 hektar.

Berkurangya lahan ini salah satunya karena terjadi alih fungsi dari lahan pertanian menjadi lahan fisik, sehingga membuat petani kita semakin hari semakin sulit untuk mencapai target panennya,” kata Jakfar.

Selama ini kata Jafar, produksi padi di Aceh Besar berkisar antara 6 hingga 7 ton, dengan luas tanam kurang lebih 21.000 hektar, seharusnya menurut Jakfar 21.000 hektar luas sawah itu dapat menghasilkan 100 hingga 120 ribu ton gabah dalam setahun. Namun kini target itu sulit dicapai, karena berbagai hambatan di lapangan.

Jakfar mengatakan beberapa minggu sebelumnya dirinya bersama Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto juga melakukan pengecekan secara berkala di wilayah terjadi kekeringan seperti yang terjadi di Kecamatan Kuta Cot Glie dan Seulimuem.

Kini Aceh Besar masih menjadi penyangga Ibukota Provinsi Aceh, jika tahun ini Aceh Besar kembali gagal panen, mungkin status penyangga ini akan jadi milik daerah lain,” ungkapnya.

Untuk itu Jakfar mengajak semua pihak agar mencari solusi pada permasalahan-permasalahan yang sedang dihadapi oleh petani di Aceh Besar pada saat ini.

Permasalahan ini semua menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mencari solusi bagi petani, kita juga harus melakukan kebijakan-kebijakan baru bagi petani, sesuai kemampuan keuangan daerah yang kita miliki,” imbuhnya.

Di akhir sambutan, Jakfar mengatakan Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman jika tidak berhalangan Insya Allah besok akan hadir ke Aceh Besar, tepatnya di Kecamatan Darul Imarah.

Insya Allah Besok Mentan RI Amran Sulaiman akan berhadir di Aceh Besar, dengan menghadirkan para petani dan penyuluh seluruh Aceh dan sebagian Indonesia,” ucapnya.

“Dan Alhamdulillah sebelumnya kita Aceh Besar pada tahun 2022 mendapatkan 1.000 ekor sapi dan tahun 2023 mendapatkan 600 ekor sapi dari Mentan yang diserahkan langsumg kepada kelompok ternak di Kecamatan Montasik,” pungkasnya. (Slm)

Related posts