Warga Suak Timah Ikuti berbagai workshop Jelang Festival Nipah 2026

MEULABOH, KABARACEHONLINE.COM — Enam hari sebelum panggung Festival Nipah 2026 dibuka, warga Gampong Suak Timah, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat mengikuti workshop kuliner dan kriya nipah, lokakarya wisata, inovasi kasab, serta manajemen UMKM. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan jelang Festival Nipah pada 14–15 September 2026, yang tahun ini mengusung tema “Nipah Meubudaya, Masyarakat Seujahtera”. Festival diselenggarakan masyarakat Suak Timah bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh.

Rangkaian workshop merupakan kegiatan dalam rangka meningkatkan kemampuan warga mengolah potensi yang mereka miliki. Proses tersebut sebenarnya telah dimulai sejak 2024, ketika pemerintah gampong, pemuda, pelaku budaya, komunitas, dan masyarakat terlibat dalam pemetaan ekosistem budaya melalui Program Pemajuan Kebudayaan Desa. Tradisi, pengetahuan lokal, pelaku budaya, ruang budaya hingga hubungan masyarakat dengan lingkungan mulai dikenali kembali sebelum kemudian diaktivasi melalui Festival Nipah 2025.

Geuchik Suak Timah, Drs. Afdhal menyatakan diharapkan kegiatan ini akan semakin meningkatan antusiasme masyarakat dalam pengembangan ekonomi budaya.

Suak Timah adalah gampong pesisir Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, di kawasan ini terdapat sawah, perkebunan, ladang, perikanan darat, hingga rawa nipah yang menjadi salah satu kekuatan potensi desa yang semakin dikembangkan.

Kaya dengan warisan budaya, Gampong Suak Timah kental dengan seni budaya, jadi  salah satu desa Program Pemajuan Kebudayaan Desa sejak 2024. Di desa ini Pemerintah gampong, pemuda, pelaku budaya, komunitas, dan warga bersama-sama kembangkan potensi yang ada melalui kebudayaan.

Festival Nipah 2026

Setela sukses menggelar Festival Nipah 28–30 Oktober 2025, dengan Pawai Budaya, Piasan Suak, Rawon Paya Nipah, Meusahoe–Meurunoe, Kenduri Rakyat, permainan tradisional, Pameran Budaya, dan Pasar Budaya yang mempertemukan kuliner, kriya, serta produk nipah dengan pengunjung, tahun ini Suak Timah kembali menggelar  Festival Nipah 2026 bertema “Nipah Meubudaya, Masyarakat Seujahtera”.

Festival Nipah menjadi media tempat bertemunya berbagai pihak, baik warga, pelaku usaha dan pelaku budaya yang berfungsi sebagai  sebagai media komunikasi, ekspresi, promosi dan konsolidasi sosial bahkan pertukaran gagasan dan  ruang ekonomi.

Dari festival, berbagai potensi desa kian berkembang, diantaranya  UMKM Cang Nipah, yang kembangkan dodol, manisan, karamel, dan sirup nipah, UMKM Ummu Muttaqin juga memperluas produksi jamu herbal, sementara pengrajin reungkan, anyaman dari lidi nipah, mulai memperoleh pesanan setelah festival. Usaha-usaha kecil yang ada semakin berkembang melalui Festival.

Suak Timah juga kembangkan sektor pariwisata. Kini desa ini punya Destinasi wisata, dengan Paket Wisata Jelajah Rawa Nipah. Menawarkan pengalaman  melihat bentang alam sekaligus mengenali pengetahuan, sejarah, dan hubungan warga dengan lingkungannya kepada wisatawan. Selain itu terdapat  fasilitas cafetaria dan suvenir jus buah nipah dan homestay. Paket wisata ini kian hari makin diminati.

Daya Desa Suak Timah, Mukhsin menyebutkan  festival bukan titik akhir. “Festival bukan tujuan utama. Festival adalah media. Yang lebih penting adalah bagaimana setelah festival selesai masyarakat tetap bergerak. Ada yang membuat produk, ada yang mendapatkan pesanan, ada yang mengembangkan usaha, ada yang mengelola wisata,” katanya.(REL)

KABAR LAINNYA
KABAR TERKINI
KABAR FOKUS