Bener Meriah Gelar Musabaqah Tilawatil Quran ke VIII Tingkat Kabupaten

filename - kabaracehonline.com

KABARACEHONLINE, BENER MERIAH: Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Kabupaten Bener Meriah yang VIII tahun 2020 dibuka oleh Bupati Bener Meriah, Tgk H Sarkawi Senin (6/7/2020) bertempat di Masjid Nur Nabawi yang diikuti sebanyak 287 peserta perwakilan masing-masing Kecamatan se-Bener Meriah.

Dalam laporannya, Ketua Panitia pelaksana MTQ, Taslim menyampaikan sebanyak tujuh cabang yang akan diperlombakan pada MTQ tahun ini, yakni cabang Tilawah Alquran, Tahfidz Alquran, Syahril Alquran, Tafsir Alquran, Fahmil Alquran, , Musyabaqah Makalah Alquran (MMQ), dan Kahattil Alquran.

Read More

Kegiatan ini akan berlasung sejak hari ini tanggal 6 Juli hingga 9 Juli mendatang yang tersebar di empat lokasi yakni di Masjid Nur Nabawi, Gedung LPTQ, Aula Dinas Pendidikan, dan Gedung Empu Beru,”terang Taslim.

Pelaksanaan kali ini berbeda dengan sebelumnya, yakni mengacu dan menerapkan protokol kesehatan dan pelaksanaan New Normal (Kehidupan baru) Covid-19 dengan mengunakan masker, mencuci tangan dan penerapan sosial distancing.

Sebelumnya telah dilakukan tahap seleksi peserta di tingkat Kampung. Para juara pada tingkat kabupaten ini akan berlomba di tingkat Provinsi. Juara dalam MTQ tingkat Bener Meriah ini nantinya tidak serta merta akan langsung mengikuti MTQ tingkat Provinsi, diambil tiga besar untuk kemudian akan dibina hingga pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi yang akan di Bener Meriah sebagai tuan rumah.

Sementara itu, para Juri terdiri dari tujuh dewan hakim dari Provinsi Aceh. Hal ini dimaksudkan agar penilaan lebih objektif tanpa ada kesan tebang pilih nantinya untuk menentukan yang berhak menjadi juara.

Bupati Bener Meriah, Abuya Sarkawi dalam sambutannya berpesan MTQ bukan hanya semata-mata hanya sebuah perlombaan saja, tapi bagaimana membumikan Al Quran, memahaminya di dalam kehidupan keseharian kita,”ujarnya.

Sarkawi mengingatkan Bener Meriah diberikan amanah sebagai tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Aceh, yang akan berlangsung pada tahun 2021 mendatang.

“Jadi konsekwensinya kita dituntut bukan hanya mensukseskan kegiatan itu saja, namun lebih dititip beratkan untuk sebanyak mungkin untuk mendulang prestasi terlebih pada pelaksanaan MTQ sebelumnya Bener Meriah tidak meraih prestasi yang membanggakan,”tegasnya.

Menerapkan Protokol Kesehatan Yang Ketat

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bener Meriah, Haili Yoga, menegaskan para peserta diharuskan untuk menjalankan Protokol Kesehatan dengan ketat. Termasuk kepada panitia, dewan hakim dan masyarakat yang akan menyaksikan harus tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah, demi menjaga masyarakat dari wabah Covid-19.

Kepada pihak terkait Haili Yoga meminta untuk bertindak tegas didalam menjalankan Protokol Kesehatan kepada setiap orang yang masuk ke arena lokasi MTQ, tujuannya untuk kenyamanan bersama.

Sekda Bener Meriah ini mengingatkan agar semua pihak terkait harus bersinergi dan saling berkoordinasi yang baik antar Panitia, pihak keamanan, Kesehatan agar acara ini bisa berjalan dengan tertib, aman dan lancar sesuai dengan harapan kita bersama.

“Kepada masyarakat kita juga menghimbau, mari kita meriahkan kegiatan MTQ ini, dengan menyaksikan secara langsung tapi jangan lupa, mencuci tangan, pakai masker, menjaga jarak dan tidak berkerumun,” imbau Sekda.

Pihak panitia MTQ ke-VIII Tahun 2020 Tingkat Kabupaten Bener Meriah menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti penyemprotan disinfektan dua kali sehari, memakai masker, menjaga jarak, di venue diisi maksimal 40 – 50% tidak boleh lebih.

Dewan hakim dari provinsi dan akan di check kesehatannya. Untuk cuci tangan ada di 5 titik arena, menyediakan Papan informasi , peserta tidak boleh berdiri , dan tidak boleh berkerumun, setelah jam 6 sore lokasi akan disterilkan dan tidak ada yang boleh masuk selain panitia. Setiap panitia akan melakukan apel pagi, dan sore untuk mengevaluasi pelaksanaan yang telah dilakukan untuk di perbaiki. (AR).

Related posts