FAH UIN Ar-Raniry Buka Prodi Antropologi

  • Whatsapp
filename - kabaracehonline.com
Focus Group Discussion (FGD) pembukaan Program Studi Antropologi secara virtual melalui aplikasi zoom meeting, Selasa (27102020)

KABARACEH, BANDAACEH: Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh berencana akan mengusulkan pembukaan Program Studi baru yaitu Prodi Antropologi pada tahun 2021 mendatang.

Hal itu disampaikan oleh Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Dr Fauzi Ismail MSi saat membuka acara Focus Group Discussion (FGD) pembukaan Program Studi Antropologi secara virtual melalui aplikasi zoom meeting, Selasa (27/10/2020) bertempat di ruang rapat dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry.

Dalam arahannya, Fauzi mengatakan bahwa kegiatan FGD ini merupakan salah satu bentuk kesiapan dan keseriusan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry untuk mengusulkan pembukaan Prodi Antropologi pada tahun 2021.

“Secara SDM untuk pembukaan Prodi Antropologi sudah memadai. Saat ini kita memiliki 4 orang doktor dan 2 Magister dibidang Antropologi. Tentu ini menjadi modal untuk kita mengusulkan Prodi Antropologi sebagai Prodi baru pada Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry”,kata Fauzi, Selasa (27/10).

Disamping itu, menurut Fauzi, upaya pembukaan Program Studi Antropologi ini merupakan wujud dari cita-cita menjadikan Fakultas Adab dan Humaniora sebagai payung bagi ilmu-ilmu sosial, sejarah dan keislaman yang merupakan potensi sumbangan besar Aceh bagi dunia secara umum dan kajian humaniora secara khusus.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan FAH UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Dr Phil Abdul Manan MSc MA mengatakan bahwa gagasan pembukaan Prodi Antropologi pada Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry sudah dimulai 10 tahun lalu, sejak perubahan status IAIN menjadi UIN Ar-Raniry.

“Kita berharap tahun 2021 dibawah koordinasi Pak Reza Idria selaku ketua tim agar pembukaan Prodi Antropologi dapat segera terealisasi. Mengingat sebelumnya yang menjadi kendala kita adalah surat edaran Dirjen Dikti tentang penghentian sementara atau moratorium pendirian dan perubahan bentuk perguruan tinggi, serta pembukaan program studi baru”,kata Abdul Manan.

Sebelumnya, Koordinator pembukaan prodi baru antropologi, Reza Idria MA menjelaskan bahwa Focus Group Discussion (FGD) pembukaan Program Studi Antropologi ini merupakan sebagai tindak lanjut dalam persiapan pembukaan Prodi Antropologi terkait unsur teknis serta tahapan pendirian Program Studi baru di UIN Ar-Raniry.

Dalam FGD tersebut, kata Reza Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry turut mengundang sejumlah narasumber masing-masing, Dr Buhori Muslim MAg dari UIN Ar-Raniry, Dr Abdullah Akhyar Nasution MSi dari UNIMAL Lhokseumawe dan Piet Rusdi Ssos dari BPNB Aceh – SUMUT dan juga sejumlah stakeholders lainnya seperti dosen, alumni, pengguna alumni, serta para pakar dibidang Antropologi untuk menggali masukan dan saran terkait pembukaan Prodi Antropologi kedepan. (RD)

  • Whatsapp

Related posts