DPRK Banda Aceh Minta Disdikbud Serius Siapkan Simulasi Pembelajaran Tatap Muka

filename - kabaracehonline.com
Ketua Komisi I DPRK Banda Aceh, Musriadi Aswad.

KABARACEH, BANDA ACEH:  Sekretaris Fraksi PAN DPRK Banda Aceh, Musriadi SPd MPd, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh agar serius mempersiapkan simulasi pembelajaran tatap muka. Simulasi perlu dilakukan sebagai persiapan kegiatan belajar mengajar kembali di era new normal yang direncanakan berlangsung sejak Rabu, 2 Desember 2020.

“Persiapan untuk pembelajaran tatap muka perlu dilakukan dengan serius. Jangan sampai saat dibukanya pembelajaran tatap muka malah menambah kasus penyebaran Covid-19,” kata Musriadi, Selasa (1/12/2020).

Menurut politisi PAN itu, simulasi yang akan dilakukan harus menekankan pada pentingnya protokol kesehatan secara ketat, terutama bagi warga sekolah yang akan melaksanakan proses belajar-mengajar secara luring (tatap muka). Misalnya dengan menjaga kebersihan individu maupun lingkungan sekolah, menyediakan wastafel portabel di setiap sekolah untuk memudahkan mencuci tangan, memakai masker, serta menjaga jarak (physical distancing).

“Kita semua merasa prihatin dengan kondisi yang terjadi saat ini. Namun, pendidikan dan kesehatan juga harus berjalan beriingan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan pada setiap sekolah. Prasarana dan sarana penunjang penerapan protokol kesehatan di sekolah-sekolah harus segera disiapkan menjelang pembelajaran tatap muka nanti,” ujarnya.

Musriadi menuturkan, pembatasan jumlah siswa yang belajar juga menjadi perhatian bagi semua pihak. Dalam masa percobaan itu, Musriadi meminta agar tidak semua siswa diperbolehkan bersekolah secara bersamaan supaya anjuran prokes tetap terjaga.

Selain itu, pengawasan secara ketat terhadap sekolah yang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka juga perlu dilakukan. Tujuannya untuk mencegah munculnya klaster baru penyebaran Covid-19.

Ia juga berharap, edukasi dan pelaksanaan penerapan protokol kesehatan bagi murid juga bisa dilakukan sejak berada di rumah, dalam perjalanan ke sekolah, hingga berada di sekolah, sampai akhirnya kembali lagi ke rumah.

“Protokol kesehatan harus dibuat sedetail mungkin dan mudah dipahami semua pihak. Orang tua atau wali murid wajib melaksanakan protokol kesehatan tersebut dan mengawal pelaksanaannya, terutama juga ketika siswa berada di rumah,” tutur Musriadi yang juga Ketua Komisi I DPRK Banda Aceh ini. (RD)

Related posts

l