Tgk. H. Faisal Ali Kembali Nahkodai MPU Aceh Masa Bakti 2022-2027

filename - kabaracehonline.com
Pimpinan Sidang Paripurna Khusus MPU Aceh Tahun 2022, Dr. Tgk. H. Muhibbuthabari, M.Ag saat menyampaikan sambutan usai pemilihan Ketua dan Wakil Ketua MPU Aceh Masa Bakti 2022-2027 di Aula Tgk. H. Abdullah Ujong Rimba, Selasa (26/4/2022)

KABARACEH, BANDA ACEH: Setelah memperoleh 39 suara dalam proses pemilihan Ketua MPU Aceh, Tgk. H. Faisal Ali kembali terpilih menjadi Ketua MPU Aceh Masa Bakti 2022-2027. Pemilihan Ketua MPU Aceh diselenggarakan dalam Sidang Paripurna Khusus MPU Aceh Tahun 2022 yang dilaksanakan di Aula Tgk. H. Abdullah Ujong Rimba, Selasa (26/4/2022).

Pemilihan Ketua MPU Aceh ini dilakukan mengingat akan berakhirnya masa kepemimpinan kepengurusan MPU Aceh periode Masa Bakti 2017-2022 pada 1 Mei mendatang.

Disamping pemilihan Ketua, anggota MPU Aceh yang berjumlah 47 orang juga melakukan proses pemilihan Wakil Ketua MPU Aceh. Dari hasil penghitungan suara, Tgk. H. Hasbi Albayuni terpilih menjadi Wakil Ketua MPU Aceh Masa Bakti 2022-2027 dengan memperoleh 42 suara, disusul Dr. Tgk. H. Muhibbuthabari, M.Ag dengan 41 suara dan Dr.Tgk. H. Muhammad Hatta, Lc., M.Ed dengan 34 suara.

Pimpinan Sidang Paripurna Khusus, Dr. Tgk. H. Muhibbuthabari, M.Ag saat menutup sidang berharap dengan terbentuknya kepengurusan MPU Aceh yang baru ini, peran MPU Aceh bisa lebih terdepan dalam penerapan Syariat Islam di Aceh.

“Tentu kita sangat berharap MPU menjadi lebih terdepan dalam upaya penerapan Syariat Islam di Aceh,” harap Wakil Ketua MPU Aceh yang akrab disapa Abon Muhib ini.

Lanjutnya, dengan terpilihnya Abu Faisal Ali menjadi Ketua MPU Aceh, dirinya yakin Abu Faisal dapat lebih mempererat seluruh komponen masyarakat.

“Pimpinan terpilih yg dinakhodai oleh Abu Faisal, kita sangat yakin beliau bisa dan mampu merekatkan seluruh komponen masyarakat daerah ini,” tegas Abon.

Pada kesempatan ini pula, Abon Muhib berharap kepada seluruh anggota MPU Aceh yang baru dikukuhkan, agar terus dapat mensosialisasikan keputusan MPU Aceh seperti Fatwa MPU Aceh ke semua lini masyarakat.

“Para anggota terutama utusan Kabupaten/Kota agar dapat secara intensif berkomunikasi dengan komponen terkait yang ada di wilayahnya,” tutup Abon. (REL/DIK)

Related posts