Tarif Baru Kapal Cepat Express Bahari Diberlakukan Hari ini 

filename - kabaracehonline.com

KABARACEH, SABANG: Harga tiket kapal cepat Express Bahari yang biasa  melayani rute penyeberangan dari Pelabuhan Ulee Lheu (Banda Aceh) – Balohan (Sabang) dan sebaliknya mengalami kenaikan.

Naiknya tiket tersebut mulai berlaku hari ini (Jumat, 9 September 2022) dengan kenaikan kisaran 18 persen s/d 20 persen sesuai kelas.

“Benar, mulai hari ini kami selaku pihak pengelola  PT. Pelayaran Sakti Inti Makmur memberlakukan harga tarif baru tiket kapal cepat Express Bahari.

Dan kenaikan ini imbas dari naiknya BBM subsidi jenis solar yang sangat memberatkan biaya operasional kapal.

Sehingga dengan terpaksa harus kami sesuaikan. Dan kenaikan tarif ini sudah disepakati dalam rapat bersama Dinas Perhubungan Provinsi Aceh,” ungkap manager yang juga Kepala Pengawas Cabang Aceh PT. Pelayaran Sakti Inti Makmur, Gusti Imam Munandar.

Dijelaskan, saat ini pihaknya mempunyai empat armada kapal cepat yang semuanya menggunakan BBM subsidi bukan industri.

Sehingga dengan naiknya harga BBM subsidi solar maka secara signifikan sangat mempengaruhi semua biaya operasional  perusahaan.

Untuk kelas Eksekutif kenaikan tarif telah disepakati 18 persen dan untuk  kelas VIP kenakan mencapai 20 persen.

“Jadi, untuk harga tiket Kelas Eksekutif Dewasa yang sebelumnya Rp 80.000 kini naik menjadi Rp.95.000.

Dan untuk tiket anak–anak Kelas Eksekutif usia 4 s/d10 tahun dari sebelumnya Rp.70.000 menjadi Rp 85.000. 

Sedangkan untuk Kelas VIP dewasa tarif sebelumnya Rp 100.000 naik menjadi Rp 120.000 dan untuk anak–anak usia 4 s/d 10 tahun, dari sebelumnya Rp. 90.000 menjadi Rp 110.000.

Untuk Infant dengan usia 0 s/d 3 tahun, dari sebelumnya di harga Rp 10.000 juga naik menjadi Rp 15.000.

Sedangkan tiket khusus untuk Kartu Tanda Penduduk (KTP) Sabang dari sebelumnya Rp.60.000 kini juga naik menjadi Rp 75.000,” sebut Gusti.

Menurutnya, meski saat ini harga tiket tersebut naik, tidak sepenuhnya dapat menutupi biaya operasional kapal setiap harinya.

Karena,  biaya operasional baru bisa tertutupi kalau setiap pelayaran ada 135 penumpang satu kali jalan. Namun sayangnya untuk saat ini sejak Covid-19 mulai mereda, penumpang yang ada terkadang hanya sekitar 80 s/d 100 orang perhari.

“Saya rasa masyarakat pasti sudah mengerti dengan kondisi  kenaikan tarif baru harga tiket kapal cepat ini.

Jadi bukan tanpa sebab terjadinya, Pastinya semua transportasi laut, darat dan udara pasti akan menaikan tarif harga tiketnya menyesuaikan dengan kenaikan harga BBM,” tutup Gusti. (RH)

Related posts