STIT Al-Washliyah Yudisium 42 Mahasiswa Prodi MPI dan PGRA

filename - kabaracehonline.com

KABARACEH, TAKENGON: Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Washliyah (STIT Al-Washliyah). melaksanakan prosesi Yudisium 42 mahasiswa, yang berasal dari prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) berjumlah 22 orang dan Pendidikan Guru Raudatul Athfal (PGRA) berjumlah 20 orang. Sabtu (1/10/2022).

Sebagaimana diketahui kedua prodi tersebut sudah mendapatkan akreditasi dari BAN-PT dengan akreditasi Baik.
Acara yudisium tersebut dihadiri oleh Ketua Pimpinan Daerah Al-Washliyah Aceh Tengah, Drs. Amri Jalaluddin, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tengah, Saidi Bentara, MA, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs. Uswatuddin, M. AP.

Ketua Tim Pelaksana yudisium, Abd. Rahman, M. Pd. melaporkan bahwa kegiatan yudisium ini terlaksana atas kerja sama tim yudisium yang telah bekerja dengan serius sehingga pelaksanaan yudisium dapat berjalan dengan baik dan sukses. Ia mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh mahasiswa atas yudisium tersebut.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Al-Washliyah, Drs. Amri Jalaluddin dalam sambutannya menjelaskan bahwa Al-Washliyah berperan penting dalam pendidikan di Kabupaten Aceh Tengah, kemudian beliau berharap kepada para alumni agar dapat bersatu dalam menjalankan program yang dilaksanakan STIT Al-Washliyah.

Di akhir sambutannya ketua PD Al-Washliyah itu berharap agar para pengurus kecamatan dapat bekerja dalam meningkatkan Al-Washliyah dan dapat mengirimkan mahasiswa dari masing-masing Kecamatan.

Ketua STIT Al-Washliyah, Dr. Joni MN, M. Pd. BI dalam pembukaan pidato akademis dan Orasi Ilmiahnya menyampaikan bahwa STIT Al-Washliyah akan menerapkan perilaku Al-Washliyah yang sebenarnya, bukan hanya berpakaian Al-Washliyah.

Dr Joni menyebutkan pelaksanaan yudisium ini tanpa pembentukan kepanitian tetapi dalam bentuk tim. Tim yang dibentuk sesuai dengan tupoksi struktural STIT Al-Washliyah yang diketuai oleh Wakil Ketua II.

Selanjutnya, Ia memaparkan beberapa program yang akan dilaksanakan STIT Al-Washliyah dalam jangka menengah dan jangka panjang. Program jangka menengah Yaitu program “Dunia Akhirat” yang akan dilaksanakan adalah kerja sama dengan Camat Bintang yaitu Workshop tentang pelatihan manajemen aparatur kampung (program dunia) dan bimbingan Tajhiz Mayat (program akhirat) serta akan dilaksanakan pusat kajian (study) Al-Qur’an. Untuk program jangka panjang STIT Al-Washliyah akan menindaklanjuti akreditasi Sekolah Tinggi dengan tujuan dapat membuka program studi baru.

“Hargai orang lain jika ingin dihargai, besarkan orang lain jika ingin dibesarkan”kata Dr. Joni diakhir pidatonya.

Menariknya, dalam acara yudisium ini terdapat salah seorang mahasiswa tertua dan berprestasi atas nama Bentara Linge. Ia menyelesaikan pendidikan S-1 nya pada usia 50 tahun 5 bulan 7 hari.

Ketika diminta menyampaikan kesan pesannya, Bentara Linge mengungkapkan usia tidak mempengaruhi dalam menuntut ilmu, seraya mengatakan bahwa semakin belajar dirinya merasa semakin miskin ilmu. Keberhasilan menyelesaikan pendidikan di kampus tersebut ujarnya berkat dukungan dan bimbingan dari para dosen STIT Al-Washliyah. Ia memberikan semangat kepada mahasiswa yang sedang menjalani perkuliahan agar giat dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. (ARS)

Related posts