Jusuf Kalla: Aksi Donor Darah ASN Bantu Penuhi 70 Persen Kebutuhan Darah Aceh

Picture of KABAR ACEH
KABAR ACEH
Sekda Aceh, dr. H. Taqwallah, M.Kes, bersama Ketua PMI Pusat, Dr. H. Muhammad Jusuf Kalla, meninjau pelaksanaan donor darah rutin ASN Pemerintah Aceh Ke-IV di Kantor Dinas Pengairan Aceh, Banda Aceh, Selasa, (29/12/2020).

KABARACEH, BANDA ACEH: Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, Jusuf Kalla, mengapresiasi aksi donor darah rutin Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Aceh. Katanya, hasil donor darah tersebut mampu memenuhi 70 persen kebutuhan darah di Aceh.

Penyataan itu disampaikan Mantan Wakil Presiden RI tersebut saat meninjau aksi donor darah ASN di Dinas Pengairan Aceh, Selasa (29/12/2020).

Turut didampingi oleh Sekretaris Daerah Aceh Taqwallah, Kepala Dinas Pengairan Aceh, Mawardi, Kepala Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Aceh, Zahrol Fajri, dan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto.

“Terima kasih yang luar biasa kepada Sekda dan seluruh ASN Pemerintah Aceh, karena sudah mengamalkan darahnya. Donor darah oleh ASN dan TNI/Polri sudah memenuhi kebutuhan darah sebesar 70 persen dari 100 persen kebutuhan masyarakat,” kata Jusuf Kalla.

Ia mengatakan, kebutuhan darah sangatlah tinggi. Sebab cairan yang terbuat dari jaringan hidup yang mengalir dari pembuluh darah manusia tersebut tidak bisa tergantikan dengan cairan apapun di dunia ini.

“Jika gigi boleh diganti dengan gigi palsu, jantung bisa dipasang lain, tapi darah kurang tidak bisa digantikan dengan yang lain. Bahkan profesor sekalipun tidak mampu menggantikan darah dengan apapun,” ujar JK.

JK mengatakan, sejak pandemi covid-19 melanda jumlah pendonor menurun, sehingga kebutuhan akan darah sangat sulit dipenuhi. Padahal kebutuhan darah masih cukup tinggi, seperti untuk orang  melahirkan, operasi, dan beberapa penyakit lainya yang sangat membutuh darah.

Ia menyampaikan, donor darah juga bermanfaat untuk tubuh. Dengan mendonorkan darah sebanyak 200 hingga 300 cc, dapat menyehatkan tubuh serta mampu mendeteksi penyakit dalam tubuh seseorang. Ia menceritakan, kegiatan mengeluarkan darah dari tubuh manusia itu menjadi salah satu pengobatan alternatif zaman dahulu yang menyehatkan, seperti bekam.

Namun, jika dahulu kegiatan bekam, darah yang dikeluarkan dibuang begitu saja, tapi sekarang dengan donor, darah yang di keluarkan akan dimanfaatkan untuk kesehatan keluarga dan masyarakat.

“Darah ini bagai arisan terus berputar. Bayangkan manfaat donor darah. Dengan melakukan donor darah hanya 10 cc, kita sudah mengetahui penyakit dalam tubuh kita, sebegitu bernilainya darah kita.”

Sementara itu, Kepala Dinas Pengairan Aceh, Mawardi, mengatakan aksi donor darah rutin Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Aceh sudah memasuki akhir tahapan 4, dan akan terus berlanjut hingga tahun 2021 mendatang.

Ia menjelaskan, kegiatan memberikan darah secara sukarela ini sudah berjalan sejak pertama kali dilaunching oleh Gubernur Aceh dan Sekda Aceh pada Mai lalu dan telah berhasil mengumpulkan sebanyak 6.393 kantong darah.

“Kami targetkan hari ini, aksi donor di Dinas Pengairan Aceh capai 200 kantong darah, mengingat kami menjadi penutup tahapan 4 di tahun ini,” ujar Mawardi.

Nantinya, darah ASN ini akan membantu masyarakat dalam pemenuhan darah khususnya bagi penderita talasemia, ibu melahirkan, kecelakaan dan kepentingan medis lainya.

“Dari aksi ini sudah banyak yang merasakan manfaatnya dan juga menjadi ibadah bagi yang mendonorkan.”

Peninjauan itu menerapkan protokol kesehatan, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak guna mencegah penularan Covid-19. (RD)

KABAR LAINNYA
KABAR TERKINI