Wakili Pj Bupati, Sekda Aceh Besar Dampingi Mendes Kunker ke Pulo Aceh

24/05/2024

KOTA JANTHO, KABARACEH.COM: Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto, S.STP., MM yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Aceh Besar Drs. Sulaimi, M.Si mendampingi Menteri Desa,

Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi Republik Indonesia, Dr. (HC) Drs. Abdul Halim Iskandar, M.Pd melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Gampong Pasi Janeng Kemukiman Pulau Nasi Kecamatan Pulo Aceh, Minggu (6/8/2023).

Kunjungan tersebut bersilaturahmi dengan kepala desa, pendamping desa dan Mahasiswa KKN UGM, Mendes PPDT turut didampingi Anggota DPR RI Komisi V H Irmawan dan Kadis DPMG Aceh Besar, Carbaini SAg.

Pada kesempatan itu Abdul Halim Iskandar yang sering disapa Gus Halim tiba di Pulau Nasi pada Pukul 13.00 WIB yang disambut oleh Sekdakab Aceh Besar Drs Sulaimi, MSi dan seluruh unsur Forkopimcam Pulo Aceh yang sebelumnya telah tiba di tempat sejak pagi hari.

Sekdakab Aceh Besar Sulaimi mengatakan, Kecamatan Pulo Aceh merupakan salah satu pulau yang terdiri dari 17 gampong atau desa. Dimana saat tsunami menghantam Aceh 2004 silam, semua prasarana di Pulo Aceh hancur, Kecamatan Pulo Aceh sendiri terdiri dari dua Pulau yakni Pulau Breuh dan Pulau Nasi.

“Pada saat Tsunami Gampong Pasie Janeng ini hancur. Semua prasarana luluh lantak. Kedatangan pak menteri hari ini sangat kita syukuri, dan kita belum pernah membayangkan pak Menteri bisa hadir gampong ini,” ungkap Sulaimi yang juga putra Pulo Aceh.

Sementara itu, Pendamping Desa Kecamatan Pulo Aceh, Abdullah berharap adanya tambahan pendamping desa di Kecamatan Pulo Aceh, guna pengembangan potensi yang ada di masing-masing desa.

“Kita saat ini ada tujuh pendamping desa di Pulo Aceh. Sedikit kendala yang kami hadapi, ketika hendak menyeberang ke Pulau Breuh, namun harus terlebih dahulu naik kapal ke Banda Aceh baru beranjak ke Pulau Nasi,” kata Abdullah.

Mendes PDTT Abdul Halim mengatakan Kecamatan Pulo Aceh tepatnya Pulau Nasi memiliki wilayah sangat bagus dan indah tentu ini penunjang tentu dibutuhkan penanganan khusus untuk menjadi destinasi desa wisata.

“Tentu ini kaitannya dengan desa wisata yang dikelola oleh BUMD, kedepannya akan kita support BUMD bersama pengembangan desa wisata dan ekowisata di Pulo Aceh,” pungkasnya. (Slm)