Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto Tekan Sirene Simulasi AEE – ACE Bandara SIM 2023

24/05/2024
Pj. Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto saat menekan sirene pertanda dimulainya Simulasi Airport Emergency Exercise (AEE) dan Airport Contigency Exercise (ACE) di Bandar Udara SIM, Blang Bintang, Kamis (26/10/2023). (Foto/Prokopim Aceh Besar)

KOTA JANTHO, KABARACEHONLINE.COM: Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto S.STP MM didampingi Danlanud SIM Kolonel Pnb Yoyon Kuscahyono, S.Sos, General Manager Angkasa Pura II dan Perwakilan Dirjen Perhubungan Udara, menekan sirene pertanda dimulainya Simulasi Airport Emergency Exercise (AEE) dan Airport Contigency Exercise (ACE) di Bandar Udara SIM, Blang Bintang, Kamis (26/10/2023).

Airport Emergency Exercise (AEE) dan Airport Contigency Exercise (ACE) merupakan pelatihan simulasi keamanan dan keselamatan, dalam rangka menghadapi kemungkinan tak dikehendaki yang bisa saja terjadi dalam penerbangan sipil.

Kegiatan Airport Emergency Exercise (AEE) dan Airport Contigency Exercise (ACE) melibatkan komite keselamatan dan keamanan Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda yang terdiri dari Basarnas, PMI, Polri, TNI AU dan Klinik kesehatan.

Komite keamanan bandar udara bertujuan untuk menciptakan keselamatan, kelancaran, keteraturan dan efisiensi penerbangan sipil di Indonesia. Dengan memberikan perlindungan terhadap Penumpang, Personel Pesawat Udara, para Petugas di Darat, Pesawat Udara, Instalasi di Bandar Udara, Operator Pesawat Udara dan Masyarakat dari tindakan melawan hukum.

Suasana simulasi dirancang sedemikian rupa, mendekati kondisi nyata, dimana korban jiwa, korban luka, api, dan semua kondisi darurat yang terjadi ditangani sesuai dengan pedoman AEE – ACE.

Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto, mengaku bangga atas kesiapan Bandara SIM dalam rangka pelatihan keamanan dan keselamatan yang ditunjukkan dalam simulasi tersebut.

Dengan adanya pelatihan dan simulasi ini tentu akan semakin meningkatkan profesionalitas personil dalam upaya pengamanan dan penyelamatan dalam situasi darurat,” kata Iswanto.

General Manager Bandara SIM Darmadi mengatakan acara ini sebagai salah satu bentuk dan upaya implementasi sekaligus menguji coba sejauh mana prosedur- prosedur keselamatan dan keamanan penerbangan berjalan dengan baik.

Setiap 2 tahun sekali kegiatan ini harus dilaksanakan oleh pengelola bandar udara sebagai implementasi dari peraturan penerbangan nasional, untuk menguji kemampuan dalam meningkatkan keamanan dan keselamatan, fungsi komando dan koordinasi dalam keadaan darurat, untuk dapat memberikan pertolongan yang cepat dan meminimalisir korban, baik orang maupun materi,” jelasnya. (Slm)