Sekda Sulaimi Buka Lokakarya Penyusunan Dokumen Perencanaan Pencegahan dan Pengendalian ATM di Aceh Besar

Picture of KABAR ACEH
KABAR ACEH
Sekda Aceh Besar Drs. Sulaimi M.Si membuka lokakarya penyusunan dokumen perencanaan pencegahan dan pengendalian Aids, TBC dan Malaria di Gedung Dekranada Aceh Besar Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Kamis, 13 Juni 2024. (Foto/ MC Aceh Besar)

KOTA JANTHO, KABARACEHONLINE.COM: Mewakili Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto S.STP, MM, Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Aceh Besar Drs. Sulaimi M.Si membuka lokakarya penyusunan dokumen perencanaan pencegahan dan pengendalian Aids, TBC dan Malaria (P2 ATM) di Kabupaten Aceh Besar di Gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Kamis (13/6/2024).

Pada kesempatan itu Sekda Aceh Besar Sulaimi mengharapkan, dengan adanya pertemuan perencanaan dokumen P2 ATM untuk Kabupaten Aceh Besar,  pada 2024 para pihak terkait bisa lebih fokus dalam upaya penanganan dan pengendalian ketiga penyakit menular tersebut.

“Kita berharap, sesuai dengan target nasional, tahun 2030 penyakit menular itu dapat dieliminasi di Aceh Besar,” kata Sulaimi.

Menurutnya, saat ini diperlukan diseminasi yang baik dari tingkat pusat sampai dengan tingkat kabupaten.

Hal ini merupakan bagian dari pembinaan dan sekaligus penguatan kapasitas terutama bagi perencanaan sumber daya di daerah dalam pembangunan kesehatan.

“Pesan saya kepada semua peserta pertemuan dapat mengikuti kegiatan ini secara aktif, sehingga kegiatan ini dapat memberikan pemahaman yang baik tentang Petunjuk Teknis Integrasi (PTI) ATM untuk tujuan perencanaan P2 ATM pada penggunaan APBK Aceh Besar 2024 dan tahun selanjutnya,” ujar Sulaimi.

Sulaimi juga menyampaikan bahwa Pemkab Aceh Besar menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan dengan Bappeda tersebut, karena berdampak langsung kepada masyarakat.

“Kita akan terus melakukan evaluasi secara bersama-sama,  sehingga indikator yang ditetapkan sebagai tujuan bersama dapat tercapai dengan baik,” ucap Sulaimi.

Sulaimi mengajak semua pihak untuk mencegah penyebaran virus HIV, Aids, TBC, dan Malaria melalui pengawasan yang intensif dari semua masyarakat.

“Hal ini sangat berkaitan dengan pergaulan bebas dan prostitusi terselubung dan menjaga pola hidup agar terhindar dari TBC serta menggalakkan gotong royong agar lingkungan terbebas dari nyamuk malaria dan juga nyamuk penyebab DBD,” ungkapnya.

Selain itu, petugas kesehatan dapat mengoptimalkan teknologi pemberantasan ATM, meningkatkan peran masyarakat dan lintas sektor termasuk swasta, LSM dan organisasi kemasyarakatan perlu ditingkatkan karena malaria hanya dapat dieliminasi melalui kemitraan.

“Keberhasilan eliminasi ATM merupakan tanggung jawab bersama, untuk itu perlu mendukung eliminasi malaria mulai dari kebijakan sampai dengan dukungan sumber daya yang diperlukan” tuturnya.

Sementara itu Wakil Ketua Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes) Aceh Dr. Media Yulizar, MPH dalam sambutannya menyampaikan untuk pencegahan ATM tersebut diperlukan keterlibatan semua pihak supaya ATM bisa dikendalikan di wilayah Aceh Besar.

“Pencegah ATM bukan hanya menjadi domainnya Dinas Kesehatan atau sektor kesehatan tapi juga bisa masuk ke sektor terkait lainnya, karena kita tahu bahwa permasalahan ATM ini memang ada di mana -mana, sehingga kita perlu pengamatan bersama untuk mengatasinya,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Aceh Besar Anita SKM, M.Kes yang juga sebagai pemateri kegiatan, dirinya menekankan pentingnya kolaborasi antar instansi dalam menangani tiga penyakit menular tersebut yang masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat Aceh Besar. “Pencegahan dan pengendalian AIDS, TBC, dan Malaria membutuhkan sinergi dari semua pihak, baik dari sektor kesehatan maupun sektor lainnya. Kita harus bekerja bersama untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari penyakit menular ini,” ujarnya.

Anita juga menggarisbawahi peran penting masyarakat dalam mendukung program pemerintah. “Selain peran aktif pemerintah, partisipasi masyarakat sangat krusial. Edukasi dan penyuluhan mengenai pencegahan penyakit harus terus digalakkan agar masyarakat memiliki kesadaran dan pengetahuan yang cukup untuk melindungi diri dan keluarga mereka,” tambahnya secara pungkas.

Juga turut hadir Perwakilan Bappeda Aceh Besar, Perwakilan Satpol PP dan WH Aceh Besar, Ka DSI Aceh Besar, Ka Disparpora Aceh Besar, Perwakilan Disdikbud Aceh Besar, Perwakilan Kominfo Aceh Besar, Perwakilan DPPKBPP dan PA Aceh Besar, dan para Dinas terkait lainnya, Plt. Direktur RSUD Aceh Besar, Tagana Aceh Besar dan dan Para Camat se Aceh Besar serta tamu undangan lainnya. (Slm)

KABAR LAINNYA
KABAR TERKINI