Tari Saman; Memiliki Ciri Khas Tarian Dalam Gerakan Tangan, Tubuh, serta Kepala

BANDA ACEH, KABARACEHONLINE.COM: Tari Saman adalah tarian tradisional suku Gayo dari Aceh yang terkenal karena gerakan cepat, harmoni, dan tanpa alat musik, menggunakan tepuk tangan, dada, dan paha serta syair berbahasa Gayo dan Arab sebagai media dakwah dan perayaan adat, yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda. Tarian ini biasanya dibawakan oleh sekelompok laki-laki muda yang duduk berbaris rapat dengan kostum hitam bersulam warna-warni, melambangkan kebersamaan dan nilai-nilai luhur.

Maka jelaslah bagi kita bahwa saman adalah merupakan salah satu media, satu alat ampuh untuk menyampaikan pesan. Sebelum saman di sana tumbuh satu kesenian yang di beri nama Pok-Pok ane, artinya bertepuk tangan sambil menyanyi. Oleh syek saman Pok-pok ane di rubah dan di perindah dengan jalan menambah bermacam-macam variasi, di samping dengan tepukan tangan di tambah tepukan dada. Paha dengan tangan kanan dan kiri berganti-ganti sehingga lahirlah saman Umarah Sara, Saman menjik dan lain-lain.

Di dalam syair saman banyak terdapat bahasa arab dan bahasa Aceh. Pada galibnya sebelum saman di mulai sebagai mukadimah terlebih dahulu seorang tua mewakili masyarakat setempat di mana saman di adakan, memberi sepatah kata (keke tar) yang di tujukan pada pemain dan penonton. Jadi keketar adalah pidato yang di ucapkan oleh seorang tua cerdik pandai atau pemuka adat. Isinya antara lain memberi nasehat kepada peserta saman dan pengunjung

Para seniman memandang Tari Saman sebagai seni pertunjukan yang luar biasa unik, memadukan kekompakan, keharmonisan, nilai dakwah Islam, dan semangat perjuangan melalui gerakan tubuh, tepukan tangan, dan syair yang diselaraskan tanpa alat musik pengiring, menjadikannya media dakwah yang mendalam dan simbol persatuan yang kuat, serta tantangan untuk terus dilestarikan dan dikembangkan secara kreatif.

Seniman Ananto menyatakan, “Tidak ada di dunia ini sebuah tarian dan juga menyanyi yang semuanya berasal dari tubuhnya sendiri, saya setuju hanya ada di tari saman menyoroti keunikan tarian yang sepenuhnya bersumber dari tubuh penari”

“Kekompakan Luar Biasa: Gerakan yang sinkron, cepat, dan seragam adalah keajaiban, melambangkan semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat Gayo,” ujarnya.

Ia menambahkan ada semangat perjuangan dan pesan moral yang mendalam, pernah dilarang Belanda karena kekuatannya sebagai media dakwah Islam.

“Tari Saman menyampaikan ajaran agama Islam, sopan santun, dan nilai-nilai kehidupan melalui syair dan gerakan seperti gerakan selaku (tangan di dada) yang melambangkan kerendahan hati,” tutupnya.

Sejarah Tari Saman
Mengutip dari buku SAMAN: Kesenian dari Tanah Gayo oleh Rajab Bahry, dkk (2014), ada berbagai Sejarah tari Saman yang dapat kamu baca berikut ini:

Asal kata Saman sendiri ada dalam kamus Belanda tahun 1907 karena ada catatan Marcopolo sewaktu singgah di kerajaan Pasai. Saat itu, Marcopolo melihat sederet pemuda Gayo yang sedang memukul-mukul dada dengan heboh.

Karena tidak adanya sumber tertulis, penuturan dari berbagai kalangan di Gayo Lues mengatakan bahwa kata Saman berasal dari seorang ulama di daerah Gayo bernama Syekh Saman. Penuturan masyarakat juga, tari Saman berasal dari kesenian Gayo yang bernama Pok Ane. Yang Dimana kegiatan ini mengandalkan tepukan kedua belah tangan sambil bernyanyi riang. Saat itu juga ulama Syekh Saman mendapat inspirasi untuk megembangkan agama Islam dan menanamkan unsur-unsur ketauhidan (keyakinan Allah SWT)

Formasi tari Saman dilakukan dengan posisi duduk sama serta posisi duduk salat yang membentuk barisan secara lurus. Syekh akan sebagai pemimpin pertunjukkan tari Sman. Tarian ini juga dimulai dengan suara lantang dan keras

Ada juga mengatakan bahwa kesenian Saman berasal dari kata Arab, berarti delapan. Dan dilakukan oleh rakyat setempat. Kemudian dengan tarekat Sammaniyah melakukan penambahan variasi gerak, layaknya gerak tangan, gerak kepala, dan tepuk paha.

Makna Saman
Sebagai media mengingatkan akan peraturan atau adat istiadat yang dibuktikan dengan syair syair Saman. Syair tersebut berisikan nasihat agar tidak sombong dan mengingat tentang diri sendiri. Syair dalam tarian ini juga mengandung makna ketaatan atau kepatuhan anak kepada orang tuanya, serta hormat kepada sesama.

Gerakan Tari Saman
Dalam Tari saman, mengandalkan gerak tangan, badan, dan kepala. Ragam gerak tari Saman ini juga berfokus pada kaki yang tetap terpaku dengan tempat duduk. Untuk pola lantai juga hanya satu yakni pola lantai garis lurus yang sejajar yaitu secara horizontal dan menghadap penonton.
Gerakan Tari Saman memiliki ciri khas tarian dalam gerakan tangan, tubuh, serta kepala:

a. Gerakan Tangan
Gerak tangan bertepuk seperti horizontal, bolak-balik layaknya baling-baling
Gerak kedua tangan berimpit dan searah
Gerak ujung jari Tengah dan jempol seperti memetik

b. Gerakan Tubuh
Singkih artinya miring ke kiri dan ke kanan
Lingang artinya badan berada dalam posisi duduk melenggang hadap kanan, depan, kiri, juga ke belakang,
Tungkuk artinya membungkuk
Langak artinya telentang

c. Gerakan Kepala
Angguk dalam tempo lambat serta cepat secara bergantian.

Girik, kepala berputar seperti baling-baling. Gerak selalu dengan perpaduan tangan misalnya gerak tangan bertepuk sederhana, bolak-balik

Gerutup, gerak dengan tepukan menggebu-gebu, menepuk dada, dan menghempaskan tangan ke paha

Guncang atau goncang, tepukan tangan menerpa dada dan dalam kualitas gerak yang tinggi

Surang-saring adalah pola gerak selang-seling serta bergantian baik untuk posisi
Penyajian Tarian Saman

Tari Saman sendiri para penari dilatih untuk harus berkonsentrasi penuh dan punya stamina yang prima. Dilansir dari buku yang sama, yaitu SAMAN: Kesenian dari Tanah Gayo oleh Rajab Bahry, dkk (2014) berikut tata penyajiannya:

1. Persalaman
Para penari mengumandangkan salam untuk memuji dan membesarkan nama Allah SWT. Setelah salam, gerak mulai berkembang, gerak tangan, gerak badan, disertai suara sek (melengking dan merdu). Tempo gerakan lambat dan sedang.

2. Uluni Lagu
Uluni Lagu berarti kepala lagu, yang berartikan sebagai gerak tari yang tidak terlepas dari irama lagu. Dalam bagian ini, ada guncang keras yang pada masa gerakan jadi lebih cepat.

3. Lagu pada Tari Saman
Dalam babak ini, gerakan kecepatan gerak tangan yang menghentak dada, paha maupun tepukan tangan, gerakan badan ke atas dan ke bawah secara serentak maupun bersilang. Dengan konsentrasi penuh serta suara nyanyian vocal harus lantang dan keras. Keseluruhan gerakan bergerak cepat dan berganti lambat

4. Uak ni Keumuh
Sebagai gerakan selang-seling yang di tempatkan pada tengah lagu dengan tujuan mengatur irama. Dilihat dengan aba-aba, penari akan memulai gerakan cepat dan masuk ke bagian gerakan menggebu-gebu di puncak namun bisa iringan vokal yang berhenti dan hanya gerakan badan, tangan, dan kepala saja

5. Lagu Penutup
Terakhir, dalam bagian ini kembali ke awal gerakan dengan gerakan sederhana. Serta ditutup dengan syair pada langsung yang menyampaikan perasaan kepada para tamu.

Pakaian Tarian Saman
Menurut buku Keanekaragaman seni Tari Nusantara oleh Resi Septiana Dewi berikut ini informasinya.

Bagian kepala: memakai bulung teleng atau tengkuluk dengan kain hitam berbentuk empat persegi. Dua segi disulam dengan benang seperti baju sunting kepies
Bagian badan: memakai baju pokok atau kerawang dengan warna dasar hitam yang disulam benang putih hijau, dan merah. Untuk bagian pinggang disulam dengan kedawek dan kekait, bajunya bertangan pendek. Bagian tangan topeng gelang dan sapu tangan []

KABAR LAINNYA