Wagub Aceh Dampingi Menteri Pertanian Pimpin Groundbreaking Rehabilitasi Lahan Sawah Terdampak Bencana di Aceh Utara

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE mendampingi serta menerima bantuan Kementerian Peduli Bencana yang diserahkan kan oleh Menteri Pertanian RI. Amran Sulaiman, Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto dan beberapa Anggota DPR RI di desa Pinto Makmur, Aceh Utara, Kamis, 15/01/2026. (Foto/ Humas Aceh)

ACEH UTARA, KABARACEHONLINE.COM: Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman memimpin langsung kegiatan groundbreaking rehabilitasi lahan sawah terdampak bencana di Kabupaten Aceh Utara, Kamis (15/1), sebagai langkah strategis pemerintah dalam memulihkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan nasional pascabencana hidrometeorologi.

Menteri Pertanian tiba di Aceh melalui Bandara Malikussaleh. Dalam rombongan yang sama turut hadir Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediaty Haryadi (Titiek Soeharto) serta beberapa anggota DPR RI lainnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto, Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, SE, MM, unsur Forkopimda Aceh dan Aceh Utara, jajaran pemerintah kabupaten/kota, serta perwakilan kelompok tani dan tokoh masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Aceh menyampaikan apresiasi atas besarnya dukungan Kementerian Pertanian kepada Aceh sejak awal bencana. Bantuan pangan telah dikirimkan melalui berbagai moda transportasi, mulai dari pesawat, kapal TNI AL, hingga ratusan truk dari Medan menuju wilayah terdampak di Aceh.

Bantuan pangan Kementerian Pertanian kepada Aceh disalurkan dalam lima tahap, yakni 9,7 ton melalui pesawat Airbus A-400, 120 ton melalui KRI Banda Aceh (593), 330 ton melalui KRI Surabaya (591), 140 ton melalui KRI Makassar (590), serta sekitar 430 ton melalui 200 unit truk dari Medan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa dukungan pemerintah pusat tidak berhenti pada fase tanggap darurat, tetapi berlanjut hingga pemulihan dan pembangunan kembali sektor pertanian.

Untuk mendukung percepatan rehabilitasi lahan sawah di Aceh Utara, Kementerian Pertanian juga menyalurkan pupuk urea, benih padi, traktor roda dua, serta traktor roda empat.

Program rehabilitasi lahan akan dilakukan bertahap dengan memprioritaskan sawah rusak ringan hingga sedang yang mencapai sekitar 90–95 persen, agar petani dapat segera kembali menanam dan berproduksi. Skema ini juga dirancang berbasis padat karya sehingga petani dapat terlibat langsung dan memperoleh penghasilan selama proses pemulihan.

Melalui kegiatan groundbreaking ini, pemerintah memulai langkah jangka panjang untuk membangkitkan kembali sektor pertanian Aceh yang terdampak bencana serta menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. []

KABAR LAINNYA