Kunjungan Wisatawan Meningkat, Sektor Pariwisata Sabang Dorong Ekonomi Warga

Arus kedatangan wisatawan di pelabuhan Balohan Sabang memberikan dampak instan terhadap perputaran ekonomi masyarakat di Kota Sabang.

SABANG, KABARACEHONLINE.COM — Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan dalam beberapa bulan terakhir mendorong perputaran ekonomi di Kota Sabang. Tren ini memperlihatkan peran strategis sektor pariwisata sebagai salah satu penopang utama perekonomian di wilayah paling barat Indonesia tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia mengungkapkan, lonjakan kunjungan wisatawan berdampak langsung terhadap meningkatnya tingkat hunian penginapan, terutama di kawasan favorit seperti Teupin Layeu, Pantai Gapang, dan Pulau Rubiah.

“Hunian hotel dan homestay mengalami peningkatan signifikan, terutama pada akhir pekan dan musim libur. Dampak positif ini dirasakan langsung oleh para pelaku usaha kecil di sekitar kawasan wisata,” ujar Harry, Rabu (4/3/2026).

Harry menjelaskan, manfaat ekonomi dari meningkatnya kunjungan wisatawan tidak hanya dirasakan oleh pengelola penginapan. Aktivitas ekonomi juga meluas ke sektor kuliner, pedagang suvenir, hingga penyedia jasa wisata bahari yang tersebar di berbagai destinasi.

Transaksi penyewaan perahu penyeberangan, alat snorkeling, hingga paket diving pun menunjukkan tren peningkatan dari waktu ke waktu.

Menurut dia, geliat ekonomi tersebut turut berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sektor pariwisata memberikan pemasukan melalui retribusi kawasan, pajak hotel dan restoran, serta layanan kepelabuhanan.

“Jika pengelolaan destinasi dilakukan secara lebih tertib dan profesional, kontribusi terhadap kas daerah akan terus meningkat. Karena itu, kami fokus pada penataan kawasan dan penguatan infrastruktur pendukung,” tambahnya.

Lebih lanjut, Harry menegaskan bahwa sektor pariwisata telah menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang signifikan bagi masyarakat. Sejumlah tenaga kerja lokal terserap sebagai pemandu wisata, operator selam, hingga pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas pariwisata.

“Sektor pariwisata tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk menghasilkan rupiah. Kami dari dinas akan terus turun langsung ke lapangan untuk membantu memastikan pengelolaan di setiap destinasi berjalan semakin baik,” tegas Harry.

Dengan tren kunjungan wisatawan yang terus meningkat, Pemerintah Kota Sabang optimistis sektor pariwisata tidak hanya menjadi penggerak ekonomi jangka pendek, tetapi juga membuka peluang usaha berkelanjutan bagi masyarakat luas. (ADV)

KABAR LAINNYA
KABAR TERKINI
KABAR FOKUS