Sabang Siapkan Kawasan Kota Tua sebagai Destinasi Wisata Sejarah dan Edukasi

Salah satu situs peninggalan sejarah di Kota Sabang, yakni Gapura Perumahan Sabang Maskapai 1909, yang menjadi bagian dari pengembangan kawasan Wisata Kota Tua Sabang. (Foto: Metropolis.id)

SABANG, KABARACEHONLINE.COM — Pemerintah Kota Sabang mulai memproyeksikan kawasan kota tua sebagai destinasi wisata sejarah yang memperkuat identitas lokal di tengah perkembangan kota. Sejumlah bangunan peninggalan kolonial hingga jejak pertahanan Jepang yang masih berdiri menjadi bagian penting dari narasi sejarah di wilayah paling barat Indonesia tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, mengatakan pengembangan kawasan kota tua merupakan bagian dari strategi pelestarian sejarah sekaligus upaya memperkuat identitas lokal di tengah arus modernisasi. Selain itu, langkah ini juga diarahkan untuk menambah ragam wisata tematik dan edukatif di Kota Sabang.

“Kota tua Sabang tidak hanya menyimpan nilai sejarah tetapi juga menjadi ruang edukatif bagi generasi muda dan wisatawan untuk memahami perjalanan panjang kota ini,” ujar Harry Susethia, Kamis (5/3/2026).

Ia menambahkan, kawasan kota tua memiliki peran penting sebagai ruang pembelajaran sejarah. Melalui pendekatan pelestarian, pemerintah berupaya menghadirkan kembali cerita masa lalu dalam konteks kekinian yang tetap relevan dan fungsional bagi masyarakat.

Revitalisasi kawasan tersebut dirancang dengan tetap menjaga karakter serta nilai historis dari setiap bangunan lama. Sejumlah aset peninggalan kolonial direncanakan akan difungsikan sebagai galeri sejarah, pusat informasi wisata, hingga ruang kreatif bagi masyarakat.

“Kami ingin kota tua ini hidup kembali sebagai ruang publik yang produktif tanpa kehilangan jati dirinya,” kata Harry.

Kawasan kota tua di Sabang mencakup berbagai titik bersejarah, seperti Gedung Eks Kantor Pos dan Telegraf, benteng peninggalan Jepang di kawasan Kota Atas, hingga dermaga tua yang pada masa penjajahan berfungsi sebagai jalur utama logistik dan militer. Saat ini, sejumlah lokasi tersebut masih menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat.

Pemerintah Kota Sabang juga membuka peluang kolaborasi dengan komunitas sejarah dan pegiat budaya lokal. Kerja sama ini diharapkan dapat menggali dan mengangkat narasi-narasi lokal yang mampu memperkaya pengalaman wisata sejarah bagi para pengunjung.

Seiring meningkatnya minat wisatawan terhadap wisata berbasis edukasi dan budaya, kawasan kota tua diharapkan menjadi daya tarik baru di Sabang. Pengembangan ini diproyeksikan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang tetap berlandaskan pada pelestarian sejarah dan budaya. (ADV)

KABAR LAINNYA
KABAR TERKINI
KABAR FOKUS