Dari Gunung Meriah, Disdik Aceh Kobarkan Semangat Bangkit Dunia Pendidikan Aceh

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP saat mengunjungi SMA Negeri 1 Gunung Meriah Rabu pagi, 4 Maret 20026. (Foto/ Humas Disdik Aceh)

ACEH SINGKIL, KABARACEHONLINE.COM: Suasana di SMA Negeri 1 Gunung Meriah terasa berbeda, Rabu pagi, 4 Maret 20026. Siswa dan dewan guru menyambut hangat kunjungan jajaran Dinas Pendidikan Aceh dengan penuh semangat dan harapan.

Kunjungan tersebut dipimpin Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP didampingi Kabid Pembinaan SMA dan PKLK Syarwan Joni, Kacabdisdik Aceh Singkil Handoko, Kacabdisdik Kota Subulussalam Antoni Boruntu, serta tim humas Disdik Aceh.

Dalam pertemuan bersama para guru yang berlangsung di aula sekolah, Rabu (04/03/2026), Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh sebelumnya telah menyiapkan SMA Negeri 1 Gunung Meriah bersama sejumlah sekolah lain di berbagai kabupaten/kota sebagai kandidat sekolah unggul berasrama (boarding school).

Namun, banjir besar yang melanda Aceh pada akhir 2025 membuat sebagian anggaran dialihkan untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi (Rehap-Rekon).

“Semua persyaratan sudah kita siapkan. Tetapi bencana memaksa kita memprioritaskan pemulihan. Meski begitu, pendidikan tidak boleh berhenti,” ujarnya.

Ia menegaskan, pendidikan adalah fondasi peradaban. Di tengah perubahan dunia yang cepat, guru dituntut terus belajar dan beradaptasi.

“Pendidikan harus membangun tiga aspek utama: pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Ketiganya harus berjalan seimbang agar melahirkan generasi cerdas dan berakhlak,” ujarnya.

Murthalamuddin juga mengingatkan pentingnya integritas dan koordinasi dalam dunia pendidikan. Pengawas dan guru diminta tetap teguh pada kebenaran serta menjaga profesionalisme.

“Sekolah, perlu aktif membuka ruang pengembangan potensi siswa, seperti lomba debat Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan berbagai kompetisi akademik lainnya untuk meningkatkan daya saing,” katanya

Ia turut menekankan pentingnya menjalankan visi dan misi Gubernur Aceh dengan pelayanan tulus dan membangun pendidikan dengan hati.

Kunjungan ini menjadi momentum refleksi. Di tengah keterbatasan anggaran dan dampak bencana, semangat membangun pendidikan bermutu di Aceh harus tetap menyala. []

KABAR LAINNYA
KABAR TERKINI
KABAR FOKUS