Menyelam di Sabang, Pesona Wisata Dunia Bawah Laut yang Mendunia

Penyu berenang di perairan Pulau Weh, Kota Sabang, Aceh, saat penyelam menikmati keindahan bawah laut.(Foto:IST)

Di perairan Sabang, laut bukan sekadar hamparan biru. Pada kedalamannya, puluhan titik selam menyimpan kehidupan yang berwarna, terumbu karang yang terjaga, ikan-ikan tropis yang menari, dan sunyi. Pesona wisata bawah laut yang dicari para penyelam dari berbagai penjuru dunia.

Hamparan laut biru yang jernih mengelilingi Pulau Weh di Kota Sabang. Dari permukaan, laut tampak tenang dan memikat. Di balik kejernihan airnya, tersimpan kekayaan bawah laut yang luar biasa. Keindahan inilah yang menjadikan Sabang dikenal sebagai salah satu surga wisata selam di ujung barat Indonesia. Perairan di sekitar Pulau Weh sejak lama menjadi magnet bagi para pecinta wisata bahari. Air laut yang jernih dengan jarak pandang yang baik membuat keindahan terumbu karang dapat terlihat dengan jelas bahkan dari permukaan.

Warna-warni terumbu karang yang tumbuh alami menjadi rumah bagi ribuan biota laut tropis yang hidup berdampingan dalam ekosistem yang kaya. Kondisi tersebut menjadikan Sabang sebagai salah satu destinasi yang banyak diperbincangkan di kalangan komunitas penyelam. Tidak hanya wisatawan domestik, penyelam dari berbagai negara juga datang untuk menikmati pengalaman menyelam di perairan paling barat Indonesia ini. Melansir berbagai sumber, terdapat lebih dari 30 titik selam (dive point) yang tersebar di sejumlah kawasan seperti Iboih, Rubiah, Gapang hingga sisi barat dan timur Pulau Weh.

Keanekaragaman terumbu karang dan biota laut menghiasi salah satu titik selam.(Foto: IST)

Beberapa titik selam yang cukup dikenal di kalangan penyelam antara lain Batee Tokong, The Canyon, Shark Plateau, Rubiah Sea Garden serta lokasi penyelaman bangkai kapal Sophie Rickmers. Setiap lokasi menawarkan pengalaman menyelam yang berbeda bagi wisatawan. Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia mengatakan potensi bawah laut tersebut menjadi salah satu kekuatan utama dalam pengembangan sektor pariwisata Sabang.

“Sabang memiliki potensi luar biasa di sektor wisata bahari. Banyaknya titik selam dengan kondisi terumbu karang yang masih baik menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara,” kata Harry Susethia. Ia menjelaskan keberagaman spot selam memberikan banyak pilihan bagi wisatawan. Mulai dari lokasi yang ramah bagi pemula hingga titik penyelaman yang menjadi tantangan bagi penyelam berpengalaman.

Salah satu titik selam yang cukup terkenal adalah Batee Tokong. Lokasi ini memiliki formasi karang berbentuk menara yang menjulang dari dasar laut. Arus laut yang cukup kuat membuat kawasan ini sering menjadi jalur lintasan ikan pelagis berukuran besar seperti barakuda dan tuna. Karakter tersebut menjadikan Batee Tokong sebagai lokasi favorit bagi penyelam yang ingin merasakan sensasi menyelam di perairan terbuka. Selain itu terdapat pula spot The Canyon yang menawarkan pengalaman menyelam di antara celah-celah karang yang menyerupai lorong alami.

Pemandangan schooling fish menjadi salah satu pengalaman yang sering ditemui penyelam.(Foto: IST)

Di lokasi ini penyelam dapat menikmati pemandangan dinding karang yang dipenuhi soft coral serta berbagai jenis ikan karang yang berwarna-warni. Struktur karang yang unik membuat spot ini cukup populer di kalangan fotografer bawah laut yang ingin mengabadikan keindahan ekosistem laut Sabang. Sementara itu Rubiah Sea Garden dikenal sebagai salah satu lokasi penyelaman yang ramah bagi pemula. Perairannya relatif tenang dengan kedalaman yang tidak terlalu dalam sehingga cocok bagi wisatawan yang baru mencoba aktivitas diving maupun snorkeling. Selain spot tersebut, terdapat pula Shark Plateau yang dikenal sebagai habitat berbagai jenis ikan besar. Pada waktu tertentu penyelam dapat melihat kawanan ikan yang bergerak mengikuti arus laut dalam jumlah besar.

Keunikan lain yang dimiliki Sabang adalah lokasi wreck diving di bangkai kapal Sophie Rickmers. Kapal kargo yang karam puluhan tahun lalu itu kini menjadi rumah bagi berbagai jenis biota laut. Struktur kapal yang masih terlihat jelas di dasar laut menghadirkan pengalaman menyelam yang berbeda bagi para penyelam. Keanekaragaman biota laut menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan yang datang ke Sabang. Terumbu karang yang masih relatif sehat menjadi habitat bagi berbagai jenis ikan karang serta biota laut lainnya.

Letak Pulau Weh yang berada di pertemuan Samudera Hindia dan Selat Malaka turut memengaruhi kekayaan ekosistem laut di wilayah tersebut. Arus laut yang membawa nutrien menjadikan kawasan ini sebagai habitat bagi berbagai spesies laut tropis. Selain keindahan bawah lautnya, Sabang juga menjadi tempat yang ideal bagi wisatawan yang ingin belajar menyelam. Sejumlah dive centre di kawasan ini menyediakan program pelatihan menyelam hingga sertifikasi internasional.

Peralatan selam yang disiapkan di salah satu dive centre di kawasan Iboih, Sabang.(Foto: IST)

Instruktur selam dari Sea Safari Diving Centre, Iswardani mengatakan kondisi perairan Sabang sangat mendukung bagi wisatawan yang ingin memulai aktivitas selam. Ia menjelaskan kondisi air laut yang jernih serta ekosistem laut yang masih baik membuat Sabang sangat cocok bagi penyelam pemula untuk belajar. “Banyak wisatawan datang ke Sabang bukan hanya untuk diving tetapi juga mengikuti kursus menyelam hingga mendapatkan sertifikasi internasional seperti PADI Dive Course,” kata Iswardani. Ia menambahkan pengalaman menyelam di Sabang juga menjadi daya tarik bagi para penyelam untuk kembali datang. “Di beberapa titik selam penyelam bisa melihat berbagai jenis ikan karang, penyu hingga schooling fish dalam jumlah besar. Itu yang membuat Sabang selalu menarik bagi para penyelam,” ujarnya.

Peralatan selam yang disiapkan di salah satu dive centre di kawasan Iboih, Sabang.(Foto: IST)

Seiring meningkatnya minat wisata selam, berbagai fasilitas pendukung pariwisata di Sabang juga terus berkembang. Penginapan, homestay, resort hingga operator diving kini tersedia di beberapa kawasan wisata. Kawasan Iboih menjadi salah satu pusat aktivitas wisata bahari di Sabang. Dari kawasan ini wisatawan dapat dengan mudah menuju Pulau Rubiah yang terkenal sebagai lokasi snorkeling dan diving favorit. Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gampong Iboih Tarmizi mengatakan kunjungan wisatawan ke kawasan tersebut terus menunjukkan tren positif terutama pada akhir pekan dan musim liburan. Trend kunjungan tersebut tidak terlepas dari daya tarik wisata bahari yang dimiliki Pulau Weh.  “Kunjungan wisatawan meningkat cukup signifikan, terutama saat akhir pekan dan hari libur. Wisatawan datang untuk snorkeling, diving hingga mengikuti dolphin trip di sekitar perairan Sabang,” kata Tarmizi.  Menurutnya, aktivitas wisata bahari masih menjadi daya tarik utama yang membuat kawasan Iboih ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Selain menikmati keindahan bawah laut Pulau Weh, wisatawan juga dapat mencoba berbagai atraksi  wisata lainnya.

Penyelam mengamati terumbu karang dan kawanan ikan tropis di salah satu titik selam.(Foto: IST)

Kendati demikian, pengembangan wisata selam di Sabang perlu diimbangi dengan upaya menjaga kelestarian ekosistem laut. Terumbu karang dan biota laut merupakan kekayaan alam yang harus dirawat agar tetap Lestari untuk masa depan. Dengan lebih dari 30 titik selam dan kondisi ekosistem yang masih relatif alami, Sabang memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai destinasi wisata selam unggulan di Indonesia.  Keindahan bawah laut Pulau Weh menegaskan Sabang bukan hanya dikenal sebagai titik nol kilometer Indonesia tetapi juga sebagai surga bagi para pecinta diving dari berbagai penjuru dunia. (ADV)

KABAR LAINNYA
KABAR TERKINI
KABAR FOKUS