Senja dan Jejak Sejarah di Sabang, Daya Tarik Wisata di Pulau Weh

Keindahan matahari terbenam dengan latar belakang langit berwarna oranye keemasan di kawasan Sabang Fair. Destinasi ini menjadi lokasi favorit pengunjung untuk bersantai pada sore hari.

SABANG, KABARACEHONLINE.COM — Kawasan Sabang Fair semakin dikenal sebagai salah satu destinasi favorit wisatawan yang berkunjung ke Kota Sabang, khususnya pada waktu sore hari. Lokasi ini menjadi pilihan untuk menikmati panorama matahari terbenam yang berpadu dengan suasana pesisir yang menenangkan.

Salah seorang warga Sabang, Wilda, mengatakan momen matahari terbenam di kawasan tersebut menghadirkan pemandangan yang memikat. Gradasi warna oranye keemasan yang muncul saat matahari perlahan tenggelam di ufuk laut menciptakan suasana yang hangat dan menenangkan, sehingga membuat pengunjung betah berlama-lama.

“Lokasinya yang strategis dan mudah dijangkau menjadikannya destinasi ideal, terutama bagi wisatawan dengan waktu terbatas. Sabang Fair sering kali menjadi tujuan akhir untuk bersantai setelah berkeliling kota,” ujar Wilda, Rabu (4/3/2026).

Selain menyuguhkan panorama alam, Sabang Fair juga memiliki nilai historis melalui keberadaan tujuh meriam yang tersusun rapi di kawasan tersebut. Meriam-meriam ini merupakan peninggalan Portugis yang dulunya digunakan sebagai bagian dari sistem pertahanan militer.

Pada awalnya, meriam tersebut berada di lokasi berbeda dalam kondisi yang kurang terawat. Namun, kemudian dipindahkan ke kawasan Sabang Fair sebagai upaya pelestarian. Keberadaan benda bersejarah ini kini menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang datang berkunjung.

Kenyamanan kawasan ini juga dirasakan oleh Rahmat Effendi, seorang wisatawan asal Jakarta. Ia menilai fasilitas yang tersedia serta kebersihan kawasan menjadi nilai lebih, ditambah dengan banyaknya titik foto menarik yang dapat dimanfaatkan pengunjung.

“Tempat ini bersih, nyaman, dan memiliki banyak spot foto menarik. Kita bisa melihat langsung meriam peninggalan sejarah di sini. Sabang Fair sangat cocok untuk wisata keluarga,” ungkap Rahmat.

Pemerintah Kota Sabang melalui Dinas Pariwisata juga berencana menghidupkan kembali Festival Sabang Fair pada tahun 2026. Kegiatan budaya tersebut diharapkan menjadi momentum untuk mendorong kebangkitan sektor pariwisata dengan menghadirkan partisipasi kabupaten/kota se-Aceh, sekaligus memperkuat posisi Sabang sebagai destinasi unggulan yang memadukan kekayaan alam, sejarah, dan budaya.

Dengan kombinasi panorama alam, nilai sejarah, serta dukungan infrastruktur yang memadai, Sabang Fair menjadi salah satu destinasi yang konsisten menarik kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, terutama saat musim liburan. (ADV)

KABAR LAINNYA
KABAR TERKINI
KABAR FOKUS