Program MBG Siswa di Sabang Diliburkan Selama Ramadan, Penyaluran Difokuskan ke Kelompok Rentan

Makan Bergizi Gratis (MBG)

SABANG, KABARACEHONLINE.COM — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa di Kota Sabang diliburkan sementara selama Ramadan 1447 Hijriah berdasarkan hasil rapat Satuan Tugas (Satgas) MBG yang dipimpin Sekretaris Daerah, dengan penyaluran dialihkan kepada kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, dan santri.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa di Kota Sabang diliburkan sementara selama Ramadan 1447 Hijriah. Keputusan tersebut diambil dalam rapat Satuan Tugas (Satgas) MBG Kota Sabang yang dipimpin Sekretaris Daerah di ruang Sekda, Jumat (20/2/2026).

Sekretaris Daerah Kota Sabang, Andri Nourman, mengatakan penghentian sementara itu merupakan hasil kesepakatan bersama dengan mempertimbangkan regulasi daerah serta pola pembelajaran selama bulan puasa.

Menurutnya, rapat tersebut mengacu pada Surat Edaran Gubernur Aceh dan tausyiah Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh yang mengarahkan pendistribusian MBG dilakukan pada sore hari selama Ramadan.

“Namun, kita juga melihat kondisi pembelajaran di Sabang selama Ramadan. Itu menjadi salah satu pertimbangan utama,” ujar Andri.

Di sisi lain, Dinas Pendidikan Kota Sabang telah menerbitkan edaran bahwa siswa PAUD hingga SMP menjalani belajar mandiri di rumah mulai 23 Februari hingga 14 Maret 2026. Kebijakan ini dinilai membuat distribusi MBG kepada siswa kurang efektif apabila tetap dilaksanakan.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Sabang, Yuni Karnisa, saat dikonfirmasi membenarkan keputusan tersebut.

“Berdasarkan hasil rapat yang dipimpin Pak Sekda, untuk MBG siswa PAUD sampai SMA di Kota Sabang diliburkan sementara selama Ramadan dan akan kembali berjalan setelah Lebaran,” kata Yuni.

Kendati demikian, Yuni menegaskan program MBG tidak dihentikan sepenuhnya. Penyaluran tetap berjalan dan difokuskan kepada kelompok B3, yakni ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta santri pondok pesantren.

“Program tetap berjalan untuk bumil, busui, balita, dan ponpes. Selama Ramadan kami fokus ke kelompok tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebelumnya terdapat opsi penyaluran MBG bagi siswa dilakukan pada sore hari sesuai arahan Pemerintah Aceh dan MPU Aceh. Namun setelah melalui pembahasan bersama dalam rapat Satgas, disepakati bahwa penyaluran untuk siswa ditunda sementara demi efektivitas pelaksanaan.

Untuk mekanisme distribusi kepada kelompok B3 dan pondok pesantren, paket makanan dibagikan dalam bentuk kantong (goody bag) dan tidak menggunakan wadah makan ompreng seperti biasanya. Menu serta teknis distribusi disesuaikan oleh masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan kebijakan ini, Satgas berharap pelaksanaan MBG selama Ramadan tetap berjalan tertib, tepat sasaran, dan selaras dengan kebijakan daerah serta situasi pembelajaran di Kota Sabang. (Adv)

KABAR LAINNYA
KABAR TERKINI
KABAR FOKUS