Aromamu Tak Seindah Hargamu

  • Whatsapp

KABAR ACEH, TAKENGON: Kopi Arabika Gayo tentu saja sudah banyak yang mengenal komoditas andalan dari negeri berhawa sejuk ini. Namun “Aroma-nya” kini kian terguras, harga kopi Arabika Gayo ini sangat jauh menurun drastis  akibat kasus pandemi covid-19.

Para petani kopi di wilayah Takengon, Kabupaten Aceh Tengah kian menjerit akibat harga “emas hitam” yang menjadi andalan sebagai komoditi masyarakat Takengon tidak stabil. Penghasil utama masyarakat Gayo lot ini dominannya sebagai petani kopi.

Read More

Akibat harga kopi arabika Gayo ini tidak stabil, perekonomian masyarakat di dataran tinggi Provinsi Aceh ini kian merosot.

Seperti pengakuan Aman Siska (45) ini, dirinya mengaku harus bisa memanajemen keuangan rumah tangganya, akibat sulitnya mendapatkan pundi-pundi rupiah di massa pandemi covid-19 ini.

“Meski panen raya kopi saat ini, kita tidak dapat uang, lantaran harga kopi dimasa ini sangat sulit dan sedih. Kopi kita tidak semahal dulu, meski pun kopi kita banyak namun kita sudah kalah dengan membayar (ongkos) orang untuk mengutip buah kopi di kebun kita,” ujarnya Sabtu (24/10/2020).

Saat ini mencari pekerjaan sampingan sangat sulit lantaran para pemegang proyek bangunan sudah mengurangi karyawannya.

“Untuk mencari pekerjaan sampingan di massa pandemi ini sangat sulit, saya dalam beberapa hari ini sudah keliling untuk mencari kerja, namun para pemegang proyek sudah tidak ada lagi menerima pekerja baru,” lanjutnya.

filename - kabaracehonline.com

Siti Khadijah Berjuang Melawan Kesulitan Di Massa Pandemi

Lain halnya dengan Siti Khadijah,  Perempuan “Broken Home” ini dan menjadi tulang punggung keluarganya terus berjuang mencari rejeki untuk kedua buah hatinya.

Ibu dua anak ini menjadi tulang punggung keluarganya sudah hampir 3.5 tahun setelah kepergian sang suami tercintanya menghadap sang ilahi. Meski di saat pandemi ini sangat sulit mencari pekerjaan, namum ia terus berjuang untuk mencari nafkah untuk kedua buah hati.

Dia terus berjuang mencari rejeki dan melawan pandemi covid-19 ini demi kedua anaknya agar bisa bersekolah meski pendidikan saat ini masih melalui ‘Daring’.

“Kita harus bisa melawan wabah pandemi ini, cara melawan covid ini kita harus menerapkan protokol kesehatan yang telah di anjurkan pemerintah di massa covid-19 ini,” kata Siti.

Dia berharap, dimana saat sekarang ini, agar masyarakat terus menerapkan protokol kesehatan yang telah di anjurkan oleh pemerintah secara nasional. Dimana saat pandemi ini diri sendirilah yang harus bisa menjaganya.

“Covid ini bisa kita lawan, asalkan kita bisa menerapkan peraturan pemerintah, dan menjaga jarak aman dengan lawan bicara kita,” imbuhnya. (Ilmansyah Putra)

Related posts