Simulasi Kesiagaan Bencana Gempa Digelar di Aceh Tengah

  • Whatsapp
filename - kabaracehonline.com

KABARACEH, TAKENGON:  Bupati Aceh Tengah yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Subhandhy, AP, M.Si memimpin Apel Simulasi Pengurangan Resiko Bencana Gempa Bumi yang digelar di Lapangan Musara Alun Takengon, Kamis (02/12).

Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 (tiga) hari sejak tanggal 30 November 2021 itu, diikuti oleh 235 orang peserta yang terdiri dari 170 orang dari 24 kampung di 3 kecamatan dan 65 orang petugas dari instansi terkait.

Read More

Bupati dalam amanatnya yang dibacakan Sekda Subhandhy  menyampaikan, Indonesia dan Provinsi Aceh merupakan daerah rawan gempa bumi karena dilalui oleh jalur pertemuan 3 (tiga) lempeng tektonik, yaitu Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia dan Lempeng Pasifik.

Terkait dengan itu lanjutnya, masih belum luput dari ingatan, bahwa pada tanggal 2 Juli 2013 jam 14.37 WIB, bumi Gayo diguncang gempa bumi berkekuatan 6,2 SR dengan korban jiwa 34 orang meninggal dunia, 92 orang luka berat, 352 orang luka ringan dan 6 orang dinyatakan hilang. 48.563 jiwa mengungsi serta 4.215 jiwa kehilangan pekerjaan.

“Belum lagi dampak terhadap lingkungan, psikologis, sarana/prasarana baik masyarakat dan pemerintah, yang berdasarkan data BNPB kerusakan dan kerugian mencapai 1,419 Triliun Rupiah,” sebut Bupati.

Dikatakan Bupati, satu hal yang perlu dicatat ialah tidak ada yang mampu menjamin suatu daerah akan terbebas dari segala jenis bencana, baik itu bencana alam, bencana non alam dan bencana sosial.

Untuk itu menurutnya, yang sangat diperlukan adalah bagaimana kita bisa membangun pemahaman, kesadaran, kepedulian dan tanggungjawab semua pihak tentang pentingnya upaya penanganan bencana yang dimulai dari sebelum, saat dan sesudah terjadinya bencana, melalui simulasi kesiapsiagaan penanggulangan resiko bencana.

Dengan adanya simulasi ini, kata Bupati akan diketahui sekaligus menguji bagaimana pengetahuan, kemampuan dan keterampilan instansi terkait dalam menangani bencana di lapangan, baik perorangan maupun kelompok.

Dia juga berharap dengan adanya simulasi dimaksud, akan memberikan pemahaman bagi banyak pihak, bagaimana seharusnya menyikapi dan melakukan langkah-langkah penanggulangan maupun penanganan bencana.

“Melalui pelaksanaan kegiatan simulasi hari ini diharapkan dapat menambah dan memperdalam pemahaman kota bersama untuk lebih fokus dan punya komitmen yang tinggi dalam penanggulangan bencana dengan saling bertukar pengalaman, berbagi informasi, memperkuat silaturrahmi dan dapat meningkatkan koordinasi guna memperteguh visi dan misi kita semua dalam penanggulangan bencana.” Tutup Bupati. (REL)

Related posts