Menanti Calon Pj Gubernur Aceh Idaman

filename - kabaracehonline.com

KABARACEH, BANDA ACEH: Jelang berakhirnya masa jabatan Gubernur Aceh, Nova Iriansyah di Bulan Juli tahun ini, siapa calon Pj Gubernur yang bakal mengisi kekosongan kepemimpinan Aceh hingga Pilkada 2024 mulai ramai diperbincangkan. Sejumlah nama mulai bermunculan.

Namun dibalik fenomena ini, siapapun sosok calon Pj Gubernur yang akan menjabat, harapannya tentu saja, Pj Gubernur yang akan memimpin benar-benar adalah sosok yang bisa diandalkan mampu membenahi berbagai persoalan di Aceh saat ini. Faktanya ada begitu banyak perkerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Pj Gubernur Aceh siapapun yang dipilih nanti.

Read More

Pengentasan kemiskinan, masalah pengangguran dan persoalan pendidikan, termasuk soal kekhususan Aceh yang begitu sensitif adalah sejumlah pekerjaan rumah yang mau tidak harus dikerjakan  Pj Gubernur nanti. Tak hanya itu, jika mau jujur  banyak persoalan lain yang juga diperlukan pembenahan sebut saja  pandemi Covid-19 yang belum usai. 

Saat Pj Gubernur Aceh menjabat nanti adalah masa transisi pemerintahan provinsi di ujung Sumatera ini. Masa transisi ini akan menentukan arah Aceh kedepannya. Inilah kenapa Aceh membutuhkan sosok Pj Gubernur Aceh yang benar-benar tepat dan pantas memimpin Aceh dalam masa transisi. 

Sosial politik Aceh sangat berbeda dengan provinsi lainnya di Republik ini, artinya siapapun yang menjadi pemimpin harus benar-benar memahami kondisi Aceh, agar mampu melakukan pembenahan dan membawa Aceh lebih baik kedepan.

Berbagai tantangan akan dihadapi Pj Gubernur Aceh siapapun yang dipilih. Namun, rakyat Aceh akan selalu mendukung kerja-kerja perbaikan  tanah Indatu. Karena ini adalah harapan rakyat Aceh yang telah melewati masa-masa kelam dalam catatan sejarah. Harapan untuk lebih baik dan sejahtera dengan pemimpin yang benar bisa diandalkan membawa perubahan-perubahan. 

Siapapun Pj Gubernur nanti, sudah seharusnya dapat diterima semua elemen rakyat Aceh, sinergitas adalah point paling penting dalam membenahi dan membangun Aceh lebih baik. Aceh tidak akan bisa dibangun oleh Pj Gubernur seorang diri tanpa “bergandengan tangan” dengan semua elemen. The Right Man In The Right Place (Orang yang tepat di tempat yang tepat) adalah sebuah keharusan! (Arsadi L)

Related posts