Kadisbudpar Aceh Buka Festival Panen Kopi Gayo 2022

filename - kabaracehonline.com

KABARACEH- TAKENGON- Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbubpar) Aceh, Almunizal Kamal membuka Festival Panen Kopi 2022. Kegiatan ini berlangsung di Desa Kute Lintang Pegasing, Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah, Sabtu (3/9/2022).

Pembukaan Festival Panen kopi ini dipusatkan di Luang, Kute Lintang, di tengah sawah dan dekat perkebunan kopi penduduk. Sebelum serimonial pembukaan acara dimulai dengan kenduri Nayang, ritual tolak bala mengawali musim tanam padi.

Read More

Tahun ini adalah kali kelima penyelenggaraan Festival Panen Kopi yang telah digelar sejak 2017. Untuk tahun ini dilangsungkan di tiga Desa di Aceh Tengah di tiga kecamatan, yakni Kute Lintang Pegasing,(3-4 September 2022) desa Kelitu (10-11 September 2022) dan puncaknya di desa Paya Tumpi Baru (17-18 September 2022).

Dalam sambutannya, Almunizal Kamal mengungkapkan saat ini tercatat terdapat 103.495 hektar kebun di dataran tinggi Gayo, 200 hektar antaranya berada di Kute Lintang Pegasing. Dengan perkebunan kopi seluas itu, di Gayo tidak hanya ada kopi, namun juga ada atraksi kebudayaan yang dapat dijual kepada wisatawan.

“Bukan hanya dari hasil panen kopi, tapi juga tradisi budaya, tradisi panen kopi. pemetikan kopi dalam event Festival Panen Kopi ini akan menambah nilai kopi Gayo dan akan menumbuhkan ekonomi masyarakat Gayo” ungkapnya.

Tradisi Kopi Gayo yang maksud adalah dalam tahap penyajian, kebersihan kopi, kesopanan dan keunikan lainnya dalam tradisi masyarakat Gayo dalam perlakuan
budidaya dan panen kopi.

Almunizal Kamal menyebutkan Dataran Tinggi Gayo menjadi salah satu subsektor pariwisata andalan sebagai stimulus daerah-daerah lain. Untuk itu, pihaknya mendorong agar generasi muda Gayo terus berkreativitas menambah nilai kopi Gayo.

Menurutnya minum kopi di Gayo tentu berbeda dengan minum kopi di Eropa atau daerah lainnya, dengan budaya yang berbeda sembari menikmati Festival Panen Kopi tentu akan menjadi sebuah pengalaman menarik bagi para wisatawan dan dapat menjadi paket atraksi wisata.

Iya menambahkan seiring dengan meningkatnya konsumsi kopi nasional kopi Gayo dapat diperkuat untuk penjualan dalam negeri. Belajar dari dampak pandemi, ketergantungan ekspor kopi menjadi kendala yang dihadapi. ” Nah sekarang bagaimana caranya para konsumen kopi di luar negeri datang ke Gayo untuk menikmati Kopi sehingga uang beredar akan tinggi. itu tantangan kita”jelasnya.

Almunizal Kamal menyampaikan apresiasi kepada inisiator dan panitia atas penyelenggaraan Festival tersebut” Insya Allah ke depan kita bisa bersama berkolaborasi hari ini saya hadir untuk memastikan bahwa ke depan kita akan berkolaborasi”ujarnya.

Semangat yang ada ini, sebutnya akan bisa menjadi stimulus kepada desa-desa lain yang ada di Dataran Tinggi Gayo untuk menggelar event-event seperti ini.

Ia mengajak untuk tetap untuk tetap menjaga kelestarian alam dan menjaga kebersamaan “Karena kebersamaan dengan kekuatan silaturahim akan membawa negeri dan desa ini lebih baik di masa yang akan datang”pesannya.

Sebelumnya, Inisiator Festival panen kopi Hardiansyah Ay mengaku bangga dengan terlaksananya festival panen kopi di Kute Lintang Pegasing ini, khususnya kepada panitia desa yang terdiri dari generasi muda yang telah menyiapkan festival.

Dia menyampaikan alasan kenapa festival ini selalu dilakukan di desa-desa dan melibatkan masyarakat desa sebagai penyelenggara pelaksana bahkan pemilik festival adalah karena kebudayaan dan pariwisata harus dibangun dari desa.

“Dalam perspektif kami beginilah membangun kebudayaan dan pariwisata. Masyarakat desa ibu dari kebudayaan.

Untuk membangun kebudayaan kita harus berangkat dari desa” katanya seraya menambahkan pihaknya hanya bertugas menstimulus desa-desa untuk melakukan kegiatan-kegiatan seperti ini.

“Kami berharap festival ini kedepannya akan dapat berkolaborasi dengan semua stekholder, baik pemerintah, pihak swasta serta pihak terkait lainnya. Sehingga pada gilirannya desa akan menjadi mandiri.

” Bayangkan jika desa dapat melakukan aktivitas seperti ini setiap Minggu setiap, bulan bukan hanya setahun sekali, tentunya akan berdampak kepada

ekonomi dengan meningkatnya sektor wisata, jika event ini berkesinambungan maka harapan Aceh Tengah menjadi kota pariwisata akan terwujud”sebutnya.

Ia menjelaskan dengan kegiatan-kegiatan seperti ini maka masyarakat akan bisa menumbuhkan kebudayaannya sendiri. Menumbuhkan kesadarannya bahwa mereka mempunyai potensi dan ternyata selain dari kopi dan padi aktivitas pariwisata juga bisa berdampak pada ekonomi.

Pelaksanaan Festival Panen Kopi kelima kali di tahun ini didukung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi melalui Program Pemajuan Kebudayaan Desa dan penyelenggaraan Bantuan Pemerintah Dana Pengembangan Lanjutan Kegiatan Prioritas Tahun 2022, Fasilitasi Bidang Kebudayaan 2022.

Panitia Pelaksana, Baginda Raja menyebutkan Festival Rakyat diisi dengan pertunjukan kesenian, permainan rakyat dan perlombaan-perlombaan, kuliner serta ritual-ritual khazanah budaya Gayo tiga desa serta pasar rakyat. Juga menawarkan pengalaman panen kopi Gayo langsung di kebun kopi dengan menginap di rumah.

Pembukaan festival panen kopi 2022 di Kute Lintang ini turut dihadiri oleh, perwakilan Balai Pelestarian Nilai Budaya (BNPB) Aceh, Miftah Nasution, Kepala Dinas Pariwisata Aceh Tengah, Zulkarnain, Anggota DPRA Bardan Sahidi, Reje Kute Lintang dan Reje Pegasing serta sejumlah tamu undangan. (ARS)

Related posts