Cakap di Ranah Digital, Pentingnya Penguasaan Teknologi dan Pemanfaatan Inovatif

Picture of KABAR ACEH
KABAR ACEH

KABARACEH, SIMEULUE: Digitalisasi merupakan peluang jika dimanfaatkan sebaik mungkin, syaratnya diperlukan sumber daya yang mumpuni dan berkompeten serta inovatif. Perkembangan teknologi digital dengan segala kemudahannya harus juga dibarengi dengan kemampuan penguasaan teknologi itu sendiri, baik potensi dan dari segi keamanan.

Hal tersebut diungkapkan oleh para pemateri dalam kegiatan Literasi Digital yang digelar Kominfo yang berlangsung di Simeulue, 21 Juni 2021.

Ada empat kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Digital Skill, Digital Safety, Digital Ethic dan Digital Culture dimana masing masing kerangka mempunyai beragam thema.

Tinuk Andriyanti, Chief Marketing Officer dalam materinya tentang Digital Skill bertema “Strategi Digital Marketing Untuk Petani Dan Nelayan Ditengah Pandemi Covid 19” mengungkapkan digitalisasi dunia usaha saat ini merupakan sebuah peluang. Dalam penjelasannya, Tinuk memberikan cara untuk menjalankan penjualan secara online bagi para petani dan nelayan, diantaranya, Persiapkankanlah produk baik sayur/ buah segar dan olahan (acar, selai maupun tepung), hasil laut segar atau olahan (di asinkan, dipindang, di asap, atau menjadi terasi).

Ia membagikan tips dalam menyiapkan foto atau video produk dan caption dengan kualitas yang baik, fokus pada penampilan produk, termasuk membuat testimoni ketika memasarkan produk di media sosial dan online. Ia juga memaparkan bagaimana bermitra dengan market place, misal : TaniHub, Sayurbox, Shopee, Tokopedia dan sebagainya bagi para pelaku usaha.

Reza Aulia, S., Mat, Relawan TIK Aceh Besar dalam materinya tentang Digital Culture bertema “Literasi Digital Bagi Tenaga Pendidik Dan Anak Didik Di Era Digital” menjelaskan tentang Pembelajaran Digital (digital learning) adalah semua pendekatan, strategi maupun model pembelajaran hingga praktik instruksional yang disertai dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Selain menjelaskan tentang buku elektronik atau e book adalah teknologi buku digital atau versi elektronik, berisi informasi digital berupa text, gambar atau audio, ia juga menerangkan tentang empat jenis dimensi pendidikan karakter.

Ginna Desiana, Creator DolananYuk.id dan RTIK Indonesia, yang juga pemateri, untuk sesi Digital Safety bertema “Pesan Orang Tua Dalam Memberikan Ajaran Tentang Keamanan Internet Untuk Anak ” menyampaikan akan pentingnya peran orang tua di era digital. Kehidupan anak masa kini tidak lepas dari penggunaan media sosial. Maka untuk itu, orang tua harus menciptakn lingkungan yang aman yakni dengan save identitas anak, dengan selalu mengecek material konten dan selalu berinteraksi dengan anak.

Ia juga mengingatkan, aman diranah digital lanjut Ginna bisa dilakukan para oran tua dengan, dengan melarang anak bawah umur menggunakan media sosial, pembatasan jumlah waktu online anak di media sosial. Memastikan pengaturan akun media sosial anak dalam mode private dan jelaskan Jelaskan aturan bermedia sosial pada anak.

Sementara itu, Ade Firmansyah,SE, Tenaga Ahli Utama Diskominfo Aceh yang memaparkan terkait Digital Ethics dalam tema “Basic Knowledge Dan Rules Usaha Online” menjelaskan tentang dasar pemahaman dan pengaturan aktifitas daring, yakni :Pengentahuan dasar tentang aturan, regulasi, tata krama dan etika berinternet. Pengetahuan dasar membedakan informasi apa saja yang mengandung hoax, pornografi, perundungan dan sebagainya, Pengetahuan dasar berinteraksi, partisipasi dan kolaburasi di ruang digital dan Pengetahuan dasar bertransaksi secara elektronik dan berdagang di ruang digital yang sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Khusus tantangan untuk Simeulue, ia mengungkapkan berdasarkan data 2019 untuk penerimaan sinyal internet telepon selulerdi Provinsi Aceh, dibandingkan dengan kota / kabupaten lain, terlihat cukup rendah baik di 4G, dan 3G.

Pemateri lalinnya, Ivo Herawaty, S.Pd, Influencer dan Founder Ivo Organizer, 11,1K followers dalam Sharing Session dalam kesempatan itu memberikan beberapa poin penting dalam pemanfaatan perkembangan dunia digital saat ini, ia menekankan era digital saat ini seperti sisi mata pisau, ada yang positif dan negatif. Di masa pandemic ini kemajuan teknologi bisa dimanfaatkan Saat ini situasi sangat berubah dikarenakan pandemi, kita harus memanfaatkan kemajuan teknologi untuk hal yang baik, contohnya untuk kebutuhan pendidikan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan belajar mengajar antara peserta didik dan pendidik.

Kegiatan digelar Kominfo ini bertujuan selain sebagai edukasi juga dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang paham akan Literasi Digital dan menyikapi secara bijaksana dalam menggunakan digital platform di 77 Kota / Kabupaten area Sumatera II, mulai dari Aceh sampai Lampung dengan jumlah peserta sebanyak 600 orang di setiap kegiatan yang ditujukan kepada PNS, TNI / Polri, Orang Tua, Pelajar, Penggiat Usaha, Pendakwah dan sebagainya.

Sebagai Keynote Speaker, Bupati Kabupaten Semeulue yaitu H. Erli Hasyim., SH., S.Ag., M.I.Kom memberikan sambutan, ia mengatakan tujuan Literasi Digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing masing oleh putra putri daerah melalui digital platform. Presiden RI, Jokowi juga memberikan sambutan dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.(ARS)

KABAR LAINNYA
KABAR TERKINI